Makin Mudah Akses Finansial Digital, Mahasiswa Dituntut Cerdas Kelola Keuangan

Nanang Febriyanto • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:27 WIB
Edukasi keuangan melalui bus AIA SILABUS di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gajah Mada (UGM) Minggu (23/8/2026).
Edukasi keuangan melalui bus AIA SILABUS di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gajah Mada (UGM) Minggu (23/8/2026).

 SLEMAN - Akses layanan keuangan digital semakin mudah. Namun, kemudahan itu belum selalu diikuti pemahaman finansial yang baik. Terutama di kalangan mahasiswa.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan OJK, LPS, dan BPS pada 11 Agustus 2026 mencatat indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa sebesar 62,72 persen. Angka tersebut masih di bawah rata-rata nasional 69,57 persen.

Di sisi lain, indeks inklusi keuangan kelompok ini sudah mencapai 92,76 persen. Ada selisih sekitar 30 poin persentase antara akses dan pemahaman keuangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam edukasi keuangan melalui bus AIA SILABUS di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gajah Mada (UGM) Minggu (23/8/2026). Lebih dari 150 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.

Head of Corporate Communication AIA Lia Merdekawaty mengatakan, kebiasaan mengelola keuangan perlu dibangun sejak mahasiswa.

Baca Juga: Mercedes Terbentur Batas Budget, Toto Wolff Sulit Kejar Upgrade McLaren

“Mahasiswa tidak harus menunggu punya penghasilan tetap untuk mulai belajar mengelola uang. Kebiasaan finansial bisa dibangun dari keputusan kecil sejak sekarang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengikuti sesi edukasi bersama Certified Financial Planner dan kreator konten keuangan Olivia Louise.

Materi membahas perencanaan keuangan, mulai dari mengenali kondisi finansial, membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, hingga mengatur pengeluaran.

“Yang penting bukan seberapa besar uang yang dimiliki, tetapi seberapa konsisten kita mengelolanya,” kata Olivia.

Mahasiswa juga diajak memahami tren serta risiko keuangan digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Kenapa Tiket Pesawat Domestik Bisa Lebih Mahal daripada ke Luar Negeri?

Selain edukasi, AIA SILABUS membuka program Duta Literasi. Mahasiswa didorong membagikan pengetahuan finansial kepada teman, keluarga, dan komunitas di sekitarnya.

Kegiatan dikemas melalui workshop, kuis, permainan bertema finansial, serta penampilan musisi Meiska.

Lia menegaskan, peningkatan akses keuangan harus diikuti kemampuan memahami dan menggunakannya secara bijak.

“Jangan sampai akses keuangan tumbuh lebih cepat daripada kemampuan kita memahami risikonya,” ujarnya.

Dengan begitu, literasi keuangan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan layanan finansial. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
keuangan digital Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan SNLIK AIA SILABUS finansial