Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan kebijakan tarif impor baru yang dapat berdampak pada industri teknologi, termasuk perangkat keras gaming seperti konsol dan laptop.
Rencana tersebut menjadi perhatian setelah pemerintahan Presiden Donald Trump disebut sedang mengkaji penerapan tarif baru terhadap produk semikonduktor. Tidak hanya chip, kebijakan tersebut berpotensi diperluas ke berbagai perangkat yang menggunakan komponen tersebut.
Mengutip laporan Politico, pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan putaran baru tarif terhadap semikonduktor. Informasi itu diperoleh dari delapan sumber yang mengetahui pembahasan kebijakan tersebut.
Salah satu skema yang sedang dikaji bahkan disebut dapat memperluas cakupan produk yang dikenai tarif. Selain chip, perangkat seperti laptop, konsol game, hingga server pusat data berpotensi terkena dampaknya.
Baca Juga: Resmi Dijual, Pizza Hut Memasuki Babak Baru Setelah Transaksi Rp44 Triliun
Tarif Baru Dinilai Bisa Tekan Industri Teknologi
Wacana tersebut muncul ketika sejumlah perusahaan teknologi dikabarkan telah memperingatkan pemerintah AS mengenai potensi dampak negatif kenaikan tarif.
Pelaku industri menilai kebijakan tarif tambahan dapat menghambat ambisi Amerika Serikat untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Di sisi lain, pemerintahan Trump disebut ingin meningkatkan produksi teknologi di dalam negeri. Salah satu pendekatan yang sedang dipertimbangkan adalah memberikan keringanan tarif kepada perusahaan asing yang bersedia melakukan investasi di sektor manufaktur chip AS.
Menurut sumber Politico, pemerintah juga mempertimbangkan masa transisi sebelum tarif baru diberlakukan sepenuhnya.
Meski demikian, rancangan kebijakan tersebut belum final. Detail maupun cakupan tarif masih dapat berubah dalam beberapa pekan atau bulan mendatang.
Harga Konsol Sudah Tertekan Tarif
Jika kebijakan baru benar-benar diterapkan, industri gaming berpotensi kembali menghadapi tekanan biaya.
Sebelumnya, produsen konsol seperti Sony dan Nintendo telah menaikkan harga sejumlah produknya di Amerika Serikat sebagai respons terhadap tarif impor.
Persoalan tersebut bahkan berujung pada gugatan hukum yang melibatkan kedua perusahaan.
Tarif yang sebelumnya berdampak terhadap Sony dan Nintendo kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS. Namun, keputusan tersebut keluar setelah kedua perusahaan lebih dahulu menaikkan harga produk untuk mengantisipasi beban tarif.
Perusahaan kemudian mendapatkan pengembalian dana atas pajak yang telah dibayarkan. Namun, konsumen yang sebelumnya membeli produk dengan harga lebih tinggi tidak mendapatkan pengembalian serupa.
Harga Hardware Gaming Berpotensi Kembali Naik
Baca Juga: Bukan Sekedar Uang Receh! Koin Kuno Indonesia Ini Diburu Kolektor, Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta
Industri perangkat keras gaming sendiri saat ini sudah menghadapi tekanan biaya produksi yang cukup besar.
Harga komponen yang meningkat, termasuk persoalan pasokan RAM, turut menjadi faktor yang membuat biaya produksi perangkat elektronik semakin mahal.
Permintaan chip memori juga meningkat seiring ekspansi pusat data yang membutuhkan investasi besar untuk mendukung perkembangan teknologi AI.
Jika tarif impor baru diterapkan pada semikonduktor dan produk yang menggunakan komponen tersebut, produsen kemungkinan harus menghadapi tambahan biaya.
Beban tersebut pada akhirnya berpotensi diteruskan kepada konsumen melalui kenaikan harga konsol, laptop gaming, maupun perangkat teknologi lainnya.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah Amerika Serikat belum secara resmi mengonfirmasi penerapan tarif baru tersebut. Kebijakan yang sedang dipertimbangkan masih dapat berubah sebelum keputusan final dibuat.