Setiap rekening baru nantinya akan langsung dibekali saldo awal sebesar Rp 50 ribu dari pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa jumlah WNI berusia 17 tahun ke atas saat ini mencapai sekitar 200 juta jiwa.
Untuk menopang program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Bukan Sekadar Drama Medis, The Trauma Code: Heroes on Call Bikin Penonton Belajar Istilah Kedokteran
"Kalau 200 juta penduduk, atau sekitar Rp 11 triliun lah," ujar Airlangga saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/9).
Airlangga menjelaskan, proses pembuatan rekening akan berjalan secara otomatis begitu warga memiliki KTP.
Pemerintah akan mengintegrasikan data kependudukan dengan bekerja sama secara langsung bersama Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
"Otomatis dapat, nanti kita kerja sama dengan Dukcapil mengenai data-data kayaknya," ujarnya.
Menariknya, saldo awal sebesar Rp 50 ribu yang diberikan pemerintah tidak dipatok sebagai saldo minimal yang mengendap. Pemilik rekening memiliki fleksibilitas penuh untuk menarik atau menggunakannya secara langsung.
Mengenai waktu pelaksanaan, Airlangga belum merinci tanggal pasti dimulainya pembukaan rekening massal ini. Namun, ia memastikan bahwa teknis pelaksanaan dan regulasi pendukungnya sedang dimatangkan dalam waktu dekat.
Editor : Bahana.