JOMBANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat pendampingan kepada petani melalui Program Agrosolution sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian nasional. Pendampingan terbaru dilakukan melalui kegiatan pemupukan tanaman padi di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026).
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, mengatakan pemupukan merupakan salah satu tahapan penting dalam Program Agrosolution karena berperan langsung dalam memastikan tanaman memperoleh unsur hara sesuai kebutuhan.
Menurutnya, pendampingan kepada petani tidak cukup berhenti pada tahap budidaya, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan agar praktik pertanian yang baik dapat terus dipantau, dievaluasi, dan dikembangkan.
“Dukungan bagi petani tidak cukup hanya di tahap budidaya, tapi perlu dilakukan berkesinambungan agar penerapan pengetahuan praktik pertanian dapat terus dipantau serta dikembangkan,” ujar Maslani usai kegiatan pemupukan bersama Pemerintah Kabupaten Jombang dan para pemangku kepentingan.
Pemupukan Tepat untuk Hasil Optimal
Maslani menjelaskan pola pemupukan menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Tidak hanya soal jumlah pupuk, tetapi juga waktu, dosis, hingga cara aplikasi yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.
Baca Juga: Sakit Gigi atau Sakit Hati, Mana Lebih Menyiksa? Ternyata Ini Bedanya
Melalui Agrosolution, Pupuk Kaltim menerapkan pendekatan pendampingan yang lebih menyeluruh. Petani didorong memahami kondisi lahannya, kebutuhan tanaman, hingga tahapan budidaya sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efektif dan efisien.
“Yang ingin kami bangun adalah pemahaman bahwa pemupukan harus dilakukan secara tepat, mulai dari dosis hingga cara aplikasi. Jadi pupuk yang digunakan dapat memberikan hasil secara optimal dan biaya yang dikeluarkan petani juga lebih efisien,” jelasnya.
Program Agrosolution juga diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian yang produktif sekaligus berkelanjutan. Pupuk Kaltim menilai peningkatan hasil panen harus berjalan seiring dengan pengelolaan lahan yang bertanggung jawab.
Karena itu, perusahaan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta berbagai pihak terkait agar pendampingan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Maslani menegaskan ukuran keberhasilan Agrosolution tidak hanya dilihat dari hasil panen dalam satu musim, tetapi juga dari peningkatan kemampuan petani dalam mengelola usaha tani secara mandiri.
Fokus pada Pertanian Berkelanjutan
Komisaris Pupuk Kaltim, Azis Samual, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai keberlanjutan Program Agrosolution memiliki peran strategis dalam mendukung pertanian produktif dan ketahanan pangan nasional.
Menurut Azis, Kabupaten Jombang memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga pangan sehingga perlu diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani.
Ia menyebut kegiatan pemupukan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pupuk Kaltim dalam memberikan edukasi mengenai praktik pemupukan berimbang yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Kita juga perlu memastikan bagaimana produktivitas lahan dan tanaman dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Sasaran inilah yang terangkum dalam Agrosolution,” kata Azis.
Baca Juga: Hari Demokrasi Internasional 2026, PBB Soroti Pentingnya Suara Rakyat dalam Pengambilan Keputusan
Azis menambahkan pemupukan berimbang penting untuk menjaga produktivitas sekaligus kesuburan tanah. Penggunaan pupuk yang berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan justru berpotensi menimbulkan inefisiensi.
Karena itu, selain menyediakan produk pupuk berkualitas, Pupuk Kaltim juga terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani agar penggunaan pupuk lebih tepat sasaran.
Produktivitas Naik dari 7 Ton Menjadi 8,5 Ton per Hektare
Pupuk Kaltim berharap Program Agrosolution di Desa Pojokrejo mampu memberikan hasil positif dan menjadi model yang dapat dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Jombang.
Azis mengungkapkan pada pelaksanaan Program Agrosolution sebelumnya, produktivitas padi petani meningkat dari sekitar 7 ton per hektare menjadi 8,5 ton per hektare.
Ia juga menyebut program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemkab Jombang Sambut Positif Kolaborasi
Mewakili Pemerintah Kabupaten Jombang, Asisten III Setdakab Jombang, Syaiful Anwar, menyambut baik kesinambungan pendampingan Agrosolution di wilayahnya.
Menurut Syaiful, keterlibatan dunia usaha dalam sektor pertanian menjadi bentuk kolaborasi penting untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga produktivitas pangan.
Ia menilai pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi nilai tambah Agrosolution karena berbagai persoalan yang muncul selama proses budidaya dapat lebih cepat diidentifikasi dan dicarikan solusi.
Baca Juga: Masuk Usia 40 Tahun, Jangan Asal Pilih Skincare! Ini Kandungan yang Perlu Diperhatikan
“Kami harap kolaborasi ini dapat terus diperluas Pupuk Kaltim, agar semakin banyak petani di Jombang yang mendapatkan manfaat,” tutur Syaiful.
Editor : Bahana.