Kondisi ekonomi hari ini kian mencekik dan terasa makin berat bagi sebagian besar masyarakat.
Pergi ke pasar atau supermarket kini kerap memicu rasa cemas karena harga bahan-bahan pokok yang melambung tinggi, di mana lembaran uang Rp100.000 seolah tak lagi ada harganya karena habis hanya untuk membeli beberapa barang kebutuhan harian.
Keadaan ini makin memprihatinkan sebab kenaikan harga-harga tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan, membuat daya beli masyarakat merosot tajam.
Situasi diperparah oleh dinamika dunia kerja yang tidak menentu, ditandai dengan maraknya gelombang PHK, efisiensi skala besar di berbagai perusahaan, hingga ancaman otomatisasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mulai menggantikan posisi tenaga kerja manusia.
Di tengah ketidakpastian yang mengintai dari berbagai sisi ini, strategi bertahan hidup bukan lagi berfokus pada seberapa besar peluang untuk melipatgandakan penghasilan, melainkan pada sejauh mana kita mampu menahan diri dalam mengelola keuangan agar tetap selamat.
Baca Juga: Tembus 1 Juta Penonton, Yayasan AHM Gaungkan Keselamatan Berkendara di SMC 2026
Agar tetap stabil dan selamat melewati masa-masa krisis, berikut adalah lima prinsip utama yang wajib diterapkan:
1. Stop Kredit Baru dan Lunasi yang Ada
Jangan pernah mengambil cicilan atau kredit baru dalam situasi ekonomi yang tidak stabil. Bagi yang sudah memiliki tanggungan kredit, fokuskan energi dan dana untuk segera menyelesaikannya serta berkomitmen untuk tidak menambah utang baru.
2. Hindari Berutang dan Maksimalkan yang Ada
Tahan keinginan untuk berutang demi memenuhi gaya hidup atau kebutuhan yang belum mendesak. Manfaatkan dan maksimalkan sumber daya, barang, atau aset yang sudah dimiliki saat ini tanpa harus menambah beban finansial.
3. Tahan Ekspansi Usaha, Fokus Penguatan
Bagi para pelaku usaha, krisis bukan waktu yang tepat untuk membuka cabang baru atau melakukan ekspansi berisiko tinggi. Alihkan fokus untuk memperkuat, mengoptimalkan, dan mempertahankan bisnis yang sudah berjalan agar tetap bertahan (survive).
Baca Juga: Film “Scooby-Doo: Origins” Musim 1 Rampung Diproduksi, Siap Ungkap Kisah Awal Geng Misteri
4. Amankan Pekerjaan, Hindari Resign Spekulatif
Pertahankan pekerjaan yang ada saat ini. Maraknya PHK dan ancaman otomatisasi AI membuat lapangan kerja baru menjadi sangat terbatas, sehingga keluar dari pekerjaan tanpa kepastian yang matang adalah langkah yang sangat berisiko.
5. Pangkas Pengeluaran Impulsif
Hentikan pemborosan dan belanja barang-barang yang tidak bermanfaat. Kebiasaan seperti terus-menerus scrolling dan belanja online harus ditekan demi menjaga arus keuangan tetap sehat.
Editor : Bahana.