Dukung Pusat Data, Proyek Air Laut Rp600 Miliar Resmi Dibangun di Batam

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 14:32 WIB
Kepala BP Batam Amsakar Achmad saat memberikan keterangan terkait pembangunan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih (SWRO) di kawasan industri Kabil, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/11/2026).
Kepala BP Batam Amsakar Achmad saat memberikan keterangan terkait pembangunan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih (SWRO) di kawasan industri Kabil, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/11/2026).

BATAM - Pesatnya pertumbuhan industri pusat data (data center) di Pulau Batam kini semakin mendorong peningkatan kebutuhan terhadap pasokan air bersih skala besar secara mandiri dan efisien.

​Untuk menjawab tantangan infrastruktur dasar tersebut, fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) resmi mulai dibangun di Kawasan Industri Kabil.

​Acara peletakan batu pertama proyek infrastruktur strategis ini digelar pada Kamis, 5 November 2026, guna memastikan kesiapan Batam menampung ekspansi investasi teknologi digital dunia.

​Proyek besar yang digarap oleh Citramas Group ini menelan nilai investasi yang terbilang fantastis, yakni mencapai angka USD 32,8 juta atau setara dengan Rp600 miliar.

​Proses pembangunan fasilitas penyulingan ini dilakukan secara bertahap, diawali dengan target kapasitas awal sebesar 300 liter per detik (LPS) yang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2027.

​Selanjutnya, pengembang akan menambah kapasitas produksi air bersih sebesar 400 LPS pada tahap kedua, sehingga total daya pasoknya mencapai 700 LPS pada 2030 mendatang.

​Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik terobosan penyediaan air mandiri ini untuk menjamin keberlangsungan operasional industri pusat data yang tengah berkembang pesat.

​Ia menyampaikan bahwa jaminan pasokan air bersih merupakan salah satu poin penting dalam perjanjian kerja sama yang disepakati bersama para investor skala internasional.

​Kehadiran fasilitas pengolahan air laut mandiri ini diyakini mampu membuat operasional pusat data di Kabil dan Nongsa berjalan lebih optimal tanpa bergantung penuh pada jaringan umum.

​Direktur Utama PT Kabil Citranusa, Peters Vincen, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi proyek didasarkan pada posisi yang sangat strategis serta aksesibilitasnya yang dekat dengan pesisir laut.

​Area pembangunan SWRO ini berjarak sekitar satu kilometer saja dari pantai, sehingga mempermudah pengambilan air laut baku secara langsung untuk diproses menjadi air bersih.

​Selain fasilitas penyulingan, proyek ini dilengkapi jaringan pipa transmisi sepanjang 12 kilometer yang difungsikan untuk mendistribusikan air bersih secara efektif dari Kabil menuju kawasan Nongsa.

​Keberadaan jaringan transmisi ini sangat krusial mengingat Nongsa Digital Park telah berkembang menjadi lokasi sentral berkumpulnya berbagai proyek pusat data mancanegara di Indonesia.

​Saat ini, terdapat tiga pusat data yang telah beroperasi penuh, satu pusat data dalam tahap pengujian (commissioning), serta dua proyek lain masih dalam tahap pematangan lahan.

​CEO Citramas Group, Michael Wiluan, mengungkapkan bahwa masifnya pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam beberapa tahun terakhir telah memicu lonjakan kebutuhan fasilitas pusat data.

​Perkembangan pesat tersebut menempatkan Batam pada posisi yang sangat strategis dalam persaingan industri digital, khususnya di kawasan regional Asia Tenggara dan sekitarnya.

​Demi mendukung ekosistem digital terpadu, penyediaan air bersih ini juga diselaraskan dengan keandalan pasokan listrik dari PLN Batam serta ketersediaan serat optik kabel laut.

​Citramas Group sendiri sebenarnya telah mengelola sistem air mandiri sejak 1992 lewat embung seluas empat hektare di Kabil berkapasitas 5.200 meter kubik per hari atau 60,2 LPS.

​Kemampuan produksi air bersih kawasan ini bakal terus digenjot hingga mencapai 10.000 meter kubik per hari atau 115,74 LPS pada awal 2027 melalui embung baru dan daur ulang.

​Keterlibatan aktif sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur dasar ini dinilai sangat membantu percepatan investasi, seiring pertumbuhan ekonomi Batam yang menembus 7,28 persen pada semester I-2026.

​Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha ini diharapkan dapat terus memperkuat daya saing Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digita l unggulan nasional.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
SWRO Kabil Pusat Data Citramas Group BP Batam batam