Team Spirit menjaga asa meraih gelar juara dunia Dota 2 untuk ketiga kalinya setelah menyingkirkan BoomBoys (BetBoom Team) dengan skor telak 2-0 pada semifinal lower bracket The International (TI) 2026, Sabtu (22/8/2026).
Kemenangan ini mengantar Spirit ke final lower bracket, di mana mereka akan menghadapi rival sesama Eropa Timur, Team Yandex. Pemenang pertandingan tersebut akan melaju ke grand final untuk menantang TEAM VISION, yang lebih dulu mengamankan tiket usai menjuarai upper bracket.
Tinggal Dua Kemenangan Menuju Sejarah
Dengan hasil ini, Team Spirit memastikan finis minimal di posisi tiga besar dan mengamankan hadiah sekitar US$295.090.
Namun, target utama mereka jauh lebih besar. Jika mampu menjuarai TI 2026, Team Spirit akan menjadi organisasi pertama dalam sejarah Dota 2 yang meraih tiga gelar The International.
Baca Juga: TEAM VISION Melaju ke Grand Final The International 2026, Tinggal Selangkah Raih Aegis of Champions
Prestasi itu juga akan mengukir sejarah bagi sejumlah pemain dan staf:
* Illya "Yatoro" Mulyarchuk berpeluang menjadi pemain pertama dengan tiga gelar TI.
* Magomed "Collapse" Khalilov juga bisa mencatatkan tiga gelar juara dunia.
* Denis "Larl" Sigitov berpeluang masuk daftar pemain dengan dua gelar TI.
* Yaroslav "Miposhka" Naidenov berkesempatan meraih Aegis pertamanya sebagai pelatih, setelah sebelumnya dua kali juara sebagai pemain.
Bangkit Setelah Musim yang Sulit
Perjalanan Team Spirit menuju TI 2026 tidak berjalan mulus.
Usai musim 2025–2026 yang penuh perubahan, Spirit kehilangan kapten sekaligus pelatih lamanya dan melakukan beberapa pergantian pemain. Performa mereka sempat tidak stabil, dengan hasil terbaik hanya finis peringkat empat di PGL Wallachia Season 7.
Situasi mulai berubah ketika Miposhka kembali ke organisasi dan mengambil peran sebagai pelatih menjelang TI 2026. Sejak saat itu, permainan Spirit perlahan membaik hingga lolos dari kualifikasi Eropa dan tampil semakin solid di Shanghai.
Baca Juga: Hari Patah Hati Nasional! Dikta Menikah dengan Rachel Florencia, Netizen: Green Flag Telah Diambil
Di fase grup, Spirit sempat mengawali turnamen dengan tiga kemenangan beruntun atas Xtreme Gaming, Aurora Gaming, dan Team Liquid. Namun, dua kekalahan dari TEAM VISION dan Nigma Galaxy memaksa mereka menjalani babak eliminasi sebelum akhirnya lolos ke playoff.
Yatoro Bersinar Hancurkan BoomBoys
Pada game pertama, Team Spirit memilih komposisi meta dengan Tiny untuk Yatoro, Ember Spirit untuk Larl, Slardar untuk Collapse, Winter Wyvern untuk rue, dan Rubick untuk not me.
BoomBoys sempat memberikan tekanan di fase awal, terutama melalui Lina milik gpk. Namun, momentum pertandingan berubah ketika Collapse mendapatkan Blink Dagger dan Spirit mulai mendominasi rotasi di seluruh peta.
Pertarungan besar sekitar menit ke-20 menjadi titik balik. Spirit memenangkan team fight penting yang langsung membuka jalan menuju dominasi penuh.
Yatoro tampil luar biasa menggunakan Tiny dan mencatat Godlike streak sebelum Spirit mengamankan kemenangan game pertama.
Game Kedua Berakhir Lebih Cepat
Dominasi Spirit semakin terlihat pada game kedua.
Kali ini Yatoro menggunakan Templar Assassin, sementara BoomBoys mencoba kejutan dengan Juggernaut untuk Kiritych dan Invoker untuk gpk—dua hero yang baru pertama kali mereka gunakan di TI 2026.
Spirit langsung mengontrol pertandingan sejak awal dengan agresi di mid lane dan perebutan Wisdom Rune yang sukses memperlebar keunggulan ekonomi.
Bahkan pada menit ke-13, indikator Dota Plus sudah memberikan peluang kemenangan 100 persen untuk Team Spirit, meski selisih kekayaan saat itu baru sekitar 3.000 gold.
Baca Juga: Christopher Nolan Bangun Kuda Troya Raksasa Tanpa CGI untuk The Odyssey, Hasilnya Bikin Takjub
Prediksi tersebut terbukti akurat. Spirit memenangkan hampir seluruh team fight hingga menutup pertandingan hanya dalam 30 menit.
Yatoro menjadi bintang dengan torehan 15 kill, 1 death, dan 8 assist, sekaligus mengakhiri pertandingan lewat Ultra Kill.
Final Lower Bracket: Team Spirit vs Team Yandex
Kemenangan atas BoomBoys membuat Team Spirit melanjutkan perjalanan di lower bracket dan kini hanya berjarak satu seri dari grand final.
Lawan berikutnya adalah Team Yandex, yang sebelumnya kalah 1-2 dari TEAM VISION di final upper bracket.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel terbesar TI 2026 karena mempertemukan dua kekuatan terbaik Eropa Timur dengan satu tiket grand final sebagai taruhannya.
Baca Juga: Perjalanan 11 tahun, SumaiL Rencanakan Pensiun dari Kompetisi Profesional Dota 2
Final Lower Bracket akan menjadi penentu siapa yang berhak menantang TEAM VISION pada laga puncak The International 2026 di Oriental Sports Center, Shanghai, dalam perebutan hadiah utama sekitar US$1,39 juta dan trofi paling bergengsi di dunia Dota 2.
Editor : Bahana.