Kemenangan ini membawa Team Spirit mencetak sejarah sebagai tim pertama dalam sejarah Dota 2 yang berhasil meraih tiga gelar The International. Mereka sebelumnya menjadi juara pada TI 2021 dan TI 2023.
Grand final berlangsung sengit hingga pertandingan kelima. Team Spirit sempat unggul lebih dulu, tetapi TEAM VISION mampu menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan memasuki laga penentuan. Pada game kelima, Spirit harus menghadapi tekanan setelah VISION sempat membangun keunggulan.
Namun, Spirit berhasil membalikkan keadaan. Pertandingan penentuan berlangsung selama 64 menit sebelum Spirit akhirnya memastikan kemenangan dan mengangkat Aegis of Champions untuk ketiga kalinya.
Yatoro dan Collapse Cetak Rekor Baru
Keberhasilan Team Spirit juga menghasilkan sejumlah pencapaian individu bersejarah.
Baca Juga: Transmigrasi Fun Run Angkat Sport Tourism dan UMKM Lereng Merapi
Carry Team Spirit, Illya “Yatoro” Mulyarchuk, serta offlaner Magomed “Collapse” Khalilov kini menjadi pemain pertama yang tiga kali memenangkan The International. Keduanya sebelumnya menjadi bagian dari skuad juara Spirit pada TI 2021 dan TI 2023.
Pelatih Yaroslav “Miposhka” Naidenov juga mencatat tiga gelar TI. Dua gelar pertamanya diraih sebagai pemain bersama Yatoro dan Collapse, sedangkan gelar ketiganya kali ini diperoleh dalam kapasitas sebagai pelatih.
Sementara itu, midlaner Denis “Larl” Sigitov menambah koleksi gelarnya menjadi dua. Ia menjadi pemain ke-13 yang berhasil memenangkan The International sebanyak dua kali, setelah sebelumnya menjadi juara bersama Spirit pada 2023.
Dua pemain pendukung Spirit, Alexey “not me” Kosmynin dan Aleksandr “rue” Filin, akhirnya meraih Aegis of Champions pertama dalam karier mereka. Bagi not me, pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena ia berhasil menjadi juara pada debutnya di The International.
Spirit Kantongi Hadiah US$1,4 Juta
Selain Aegis of Champions, Team Spirit membawa pulang hadiah utama sebesar US$1,4 juta dari total prize pool TI 2026 yang mencapai US$3,33 juta.
Kesuksesan ini terasa semakin luar biasa mengingat perjalanan Spirit menuju grand final tidak semulus TEAM VISION.
VISION datang ke TI 2026 sebagai salah satu, bahkan favorit utama untuk memenangkan kejuaraan. Mereka tampil tanpa kekalahan di fase Group Stage dan langsung lolos ke babak Playoffs.
Sebaliknya, Spirit harus melewati jalur yang jauh lebih panjang.
Perjalanan Panjang Team Spirit Menuju Grand Final
Spirit mengawali Group Stage dengan performa meyakinkan. Mereka mengalahkan Xtreme Gaming dan Aurora Gaming dengan skor telak, sebelum menundukkan Team Liquid dalam pertandingan tiga game.
Kemenangan-kemenangan tersebut menempatkan Spirit dalam posisi bagus untuk mendapatkan tiket langsung ke Playoffs.
Baca Juga: Klaten International Motocross, Ratusan Crosser Adu Ketangkasan di Sirkuit Bokong Semar
Namun, peluang tersebut sirna ketika mereka berhadapan dengan VISION pada ronde keempat. Spirit kalah telak sehingga harus mencari kemenangan pada pertandingan berikutnya.
Kesempatan kedua datang ketika Spirit menghadapi Nigma Galaxy. Alih-alih mengamankan tiket langsung, Spirit justru dibuat terkejut oleh Nigma Galaxy yang menang 2-0.
Kekalahan tersebut membuat Spirit harus menjalani Elimination Stage.
Spirit kemudian bangkit dengan mengalahkan Team Resilience dalam tiga game untuk memastikan tempat di Playoffs.
Di babak tersebut, Spirit mengalahkan Iron Wing dengan meyakinkan dan kembali bertemu VISION. Kali ini, VISION masih terlalu tangguh dan kembali memenangkan duel tiga game. Kekalahan tersebut membuat Spirit terlempar ke lower bracket.
Namun, justru dari jalur inilah kebangkitan terbesar Spirit dimulai.
Mereka menyingkirkan Team Liquid, kemudian mengalahkan BoomBoys. Pada lower bracket final, Spirit kembali menghadapi Team Yandex dan berhasil menang untuk memastikan tiket ke grand final.
Dengan demikian, VISION dan Spirit akhirnya bertemu untuk ketiga kalinya di TI 2026, sekaligus menjadi pertemuan paling menentukan.
Grand Final Berlangsung Lima Game
Spirit langsung tampil agresif pada game pertama dan berhasil mengambil keunggulan.
Baca Juga: Team Spirit Singkirkan BoomBoys, Selangkah Lagi Ukir Sejarah Juara The International 2026
Mereka bahkan terlihat berpeluang memperlebar keunggulan menjadi 2-0 pada game kedua. Namun, VISION mampu membalikkan situasi dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Game ketiga berlangsung ketat. Kedua tim saling beradu strategi hingga akhirnya Spirit keluar sebagai pemenang dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menjadi juara.
Tak ingin menyerah, VISION memberikan perlawanan keras pada game keempat. Mereka berhasil mengalahkan Spirit dan memaksa pertandingan memasuki game kelima.
Laga penentuan menjadi klimaks TI 2026. VISION sempat memegang kendali permainan, tetapi Spirit perlahan membalikkan keadaan.
Setelah pertarungan panjang selama 64 menit, Spirit akhirnya memastikan kemenangan 3-2 sekaligus mengamankan gelar dunia ketiganya.
VISION Kembali Gagal Mengangkat Aegis
Bagi TEAM VISION, kekalahan ini menjadi akhir yang pahit dari perjalanan TI 2026.
Mereka datang sebagai favorit utama dan tampil sangat dominan sepanjang fase awal turnamen. VISION bahkan berhasil mengalahkan Spirit dua kali sebelum pertemuan ketiga di grand final.
Meski gagal menjadi juara, posisi runner-up tetap menjadi peningkatan dibandingkan pencapaian mereka pada TI 2025 ketika finis di peringkat ketiga.
Kegagalan tersebut juga memperpanjang penantian pelatih Clement “Puppey” Ivanov.
Puppey merupakan juara The International edisi perdana pada 2011. Namun, sejak kemenangan tersebut, ia belum kembali mengangkat Aegis. Ia pernah finis sebagai runner-up pada TI 2012, 2013, dan 2022.
Pada TI 2026, trofi kembali lepas setelah VISION kalah dalam pertarungan lima game melawan Spirit.
Baca Juga: TEAM VISION Melaju ke Grand Final The International 2026, Tinggal Selangkah Raih Aegis of Champions
TI 2026 Kembali Digelar di Shanghai
The International 2026 merupakan edisi terbaru kejuaraan dunia tahunan Dota 2 yang berlangsung di Shanghai, China.
Sebanyak 16 tim berpartisipasi melalui undangan langsung maupun jalur kualifikasi regional. Turnamen terbagi menjadi dua fase, yakni Road to The International dan The International.
Road to The International berlangsung pada 13-16 Agustus dengan format Swiss-style Group Stage. Dari 16 peserta, delapan tim kemudian melaju ke panggung utama yang berlangsung pada 20-23 Agustus.
Babak utama digelar di Oriental Sports Center, venue yang sebelumnya juga menjadi tuan rumah TI 2019.
Shanghai kini menjadi kota yang dua kali menjadi tuan rumah The International. Pada TI 2019, OG mencatat sejarah sebagai tim pertama yang memenangkan The International dua kali.
TI 2026 menggunakan prize pool dasar sebesar US$1,6 juta yang kemudian bertambah melalui penjualan Compendium. Total hadiah akhirnya mencapai US$3,33 juta.
Baca Juga: TEAM VISION Melaju ke Grand Final The International 2026, Tinggal Selangkah Raih Aegis of Champions
Dengan kemenangan atas TEAM VISION, Team Spirit menutup TI 2026 dengan pencapaian yang belum pernah dilakukan tim lain: tiga Aegis of Champions dan status sebagai tim pertama dalam sejarah Dota 2 yang tiga kali menjadi juara dunia.
Editor : Bahana.