The International atau TI bukan sekadar turnamen esports biasa. Kejuaraan dunia game Dota 2 yang digelar Valve secara tahunan ini telah berkembang menjadi salah satu ajang esports paling bergengsi di dunia, sekaligus dikenal karena hadiah uangnya yang pernah menembus angka ratusan miliar rupiah.
Pada edisi 2021, total hadiah The International mencapai US$40.018.195 atau sekitar Rp712,1 miliar jika menggunakan kurs transaksi jual Bank Indonesia sebesar Rp17.793,53 per dolar AS pada 24 Agustus 2026.
Angka tersebut menjadikan TI 2021 sebagai salah satu turnamen dengan prize pool terbesar dalam sejarah esports.
Sementara itu, The International 2026 kembali menawarkan hadiah yang sangat besar. Total prize pool mencapai US$3,33 juta atau sekitar Rp59,25 miliar.
Dari jumlah tersebut, Team Spirit sebagai juara berhak membawa pulang hadiah utama US$1,4 juta atau sekitar Rp24,91 miliar.
Baca Juga: Team Spirit Ukir Sejarah, Jadi Juara Dunia Dota 2 Tiga Kali Usai Tumbangkan TEAM VISION
Apa Itu The International?
The International merupakan kejuaraan dunia tahunan untuk Dota 2, gim strategi aksi lima lawan lima yang dikembangkan dan diterbitkan Valve Corporation.
Turnamen ini pertama kali digelar pada 2011 di Jerman. Sejak saat itu, TI berkembang menjadi panggung utama bagi tim-tim Dota 2 terbaik dari berbagai belahan dunia.
Tujuan utama setiap peserta tentu bukan sekadar memenangkan pertandingan, tetapi membawa pulang Aegis of Champions, trofi perak ikonik yang menjadi simbol supremasi dunia Dota 2.
Besarnya hadiah juga menjadi salah satu daya tarik utama TI. Pada puncaknya, total hadiah turnamen edisi 2021 mencapai US$40.018.195 atau sekitar Rp712,1 miliar. Data resmi Dota 2 mencatat juara TI 2021 mendapatkan hadiah sekitar US$18.208.300 atau Rp324,0 miliar.
Mengapa Prize Pool The International Bisa Sangat Besar?
Salah satu ciri khas The International adalah sistem pendanaan prize pool yang melibatkan komunitas pemain.
Selain dana dasar yang disediakan untuk turnamen, Valve meningkatkan hadiah melalui penjualan Compendium dan berbagai item terkait TI. Sistem tersebut memungkinkan komunitas Dota 2 ikut berkontribusi terhadap besarnya hadiah yang diperebutkan para pemain profesional.
Mekanisme ini membuat prize pool TI pernah mengalami pertumbuhan luar biasa dari tahun ke tahun.
Namun, dibandingkan masa kejayaan prize pool pada awal dekade ini, TI 2026 hadir dengan skala hadiah yang lebih kecil. Edisi 2026 memiliki prize pool dasar US$1,6 juta atau sekitar Rp28,47 miliar, sebelum meningkat melalui penjualan Compendium.
Setelah proses tersebut, total hadiah mencapai US$3,33 juta atau sekitar Rp59,25 miliar.
Team Spirit Bawa Pulang Rp24,91 Miliar
Pada TI 2026, Team Spirit berhasil menorehkan sejarah setelah menjadi tim pertama yang memenangkan The International sebanyak tiga kali.
Baca Juga: Transmigrasi Fun Run Angkat Sport Tourism dan UMKM Lereng Merapi
Spirit menundukkan TEAM VISION dengan skor 3-2 dalam grand final yang berlangsung dramatis di Shanghai.
Sebagai juara, Spirit mendapatkan hadiah utama US$1,4 juta atau sekitar Rp24,91 miliar dari total prize pool sekitar Rp59,25 miliar.
Kemenangan tersebut sekaligus memperkuat status Team Spirit sebagai salah satu organisasi paling sukses dalam sejarah Dota 2.
Mereka sebelumnya memenangkan TI pada 2021 dan 2023 sebelum kembali mengangkat Aegis of Champions pada 2026.
The International 2021 Pecahkan Rekor Hadiah
Jika TI 2026 memiliki prize pool sekitar Rp59,25 miliar, skalanya masih jauh di bawah rekor yang dicapai pada 2021.
The International 2021 mencatat total hadiah US$40.018.195 atau sekitar Rp712,1 miliar berdasarkan kurs BI yang digunakan dalam artikel ini. Valve sendiri mencatat angka resmi prize pool tersebut di laman turnamen.
Pada edisi tersebut, tim juara memperoleh US$18.208.300 atau sekitar Rp324,0 miliar.
Besarnya hadiah kala itu memperlihatkan betapa cepat industri esports berkembang dan bagaimana Dota 2 mampu mengumpulkan dukungan finansial besar dari komunitas globalnya.
OG dan Sejarah Juara Dua Kali Beruntun
Salah satu nama yang paling lekat dengan sejarah The International adalah OG.
Baca Juga: Klaten International Motocross, Ratusan Crosser Adu Ketangkasan di Sirkuit Bokong Semar
OG menjadi tim pertama yang memenangkan TI secara berturut-turut. Mereka menjuarai edisi 2018 dan kemudian kembali menjadi kampiun pada 2019.
Pencapaian tersebut sangat sulit ditandingi karena The International mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai kawasan dengan strategi dan gaya permainan yang terus berkembang.
Dominasi OG pada dua edisi berturut-turut kemudian menjadi salah satu tonggak terbesar dalam sejarah kompetitif Dota 2.
Wings Gaming, Juara yang Tak Terlupakan
Wings Gaming juga menjadi salah satu tim yang memiliki tempat khusus dalam sejarah The International.
Tim asal China tersebut memenangkan TI 2016 dan dikenal dengan gaya bermain yang fleksibel serta kemampuan menggunakan berbagai pilihan hero dan strategi.
Kemenangan Wings menjadi bagian dari periode ketika tim-tim China memiliki pengaruh sangat besar terhadap perkembangan kompetitif Dota 2.
Aegis of Champions, Trofi yang Diburu Semua Tim
Di luar hadiah uang, Aegis of Champions merupakan simbol paling prestisius dalam The International.
Setiap tahun, tim-tim terbaik dunia bertarung untuk mendapatkan kesempatan mengangkat trofi tersebut. Bagi para pemain profesional, memenangkan TI sering kali menjadi pencapaian tertinggi sepanjang karier.
Karena itu, sejarah The International tidak hanya diukur dari besarnya hadiah, tetapi juga dari nama-nama pemain dan tim yang berhasil mengukir dinasti.
Pada 2026, Team Spirit kembali menambah satu bab penting dalam sejarah tersebut.
Baca Juga: TEAM VISION Melaju ke Grand Final The International 2026, Tinggal Selangkah Raih Aegis of Champions
Dari Rp28 Miliar hingga Rp712 Miliar
Perjalanan prize pool The International menunjukkan perubahan besar dalam ekosistem esports.
TI 2026 memulai kompetisi dengan hadiah dasar sekitar Rp28,47 miliar, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp59,25 miliar setelah kontribusi dari Compendium.
Angka itu memang belum mendekati rekor TI 2021 yang setara sekitar Rp712,1 miliar dengan kurs yang digunakan saat ini. Namun, daya tarik utama The International tetap sama: mempertemukan pemain terbaik dunia untuk memperebutkan gelar juara dunia dan Aegis of Champions.
Dengan sejarah panjang, komunitas global yang besar, serta deretan juara legendaris seperti OG, Wings Gaming, dan Team Spirit, The International tetap menjadi salah satu panggung paling penting dalam sejarah esports.
Dan pada TI 2026, Team Spirit memastikan namanya berada di level yang berbeda setelah menjadi tim pertama yang mengoleksi tiga Aegis of Champions.
Catatan: seluruh konversi dolar AS ke rupiah dalam artikel ini menggunakan acuan kurs jual Bank Indonesia Rp17.793,53 per US$1 pada 24 Agustus 2026. Nilai konversi dibulatkan.
Editor : Bahana.