RADAR MALIOBORO - Film "Civil war" merupakan film termahal yang diproduksi A24.
dalam film ini A24 masih mempercayai alex garland sebagai sutradara film garapannya.
Dari menulis "Ex Manchina" dan "Annihilation" hanya beberapa sutradara yang memiliki rekam jejak yang mengesankan seperti alex garland.
Film Civil war ini mengikuti jejak yang sama dengan menjadi salah satu karya terbesar Garland dan mungkin film terbaik tahun ini.
Dilansir dari thepostathens Film Civil War mengambil latar perang di masa depan.
Civil War mengikuti kisah tentang 4 jurnalis yang melakukan perjalanan dari New York ke Washington D.C, selama berkecamuknya Perang Saudara.
Alur dan karakter yang ditampilkan sangat berlapis-lapis.
Aktor yang bermain memberikan penampilan terbaiknya.
Yang menarik adalah karakter Periang dan energiknya wagner moura dibandingkan dengan karakter kristen dunst yang kaku dan tidak berperasaan.
Semua karakter bermain dengan sangat baik dalam mengangkat cerita tanpa membocorkan banyak alur.
Walau membahas tentang perang saudara tetapi Film ini tidak ada hubungannya dengan politik, tidak ada orang baik dalam kedua kubu yang berkonflik dan film ini tetap netral seperti halnya para jurnalis perang.
Pengalaman menonton film ini juga bisa dirasakan dengan suara yang diproduksi secara imersif karena garland memakai kru yang sama untuk setiap filmnya Sama seperti desain suara “Annihilation” dan “Ex Machina”.
Namun Film ini tidak memiliki soundtrack yang menonjol. dibandingkan "Annihilation".
Setelah pemutaran pertama si SXSW garland mengatakan ia lebih memilih lagu tahun 80 dan 90 an untuk membuat pengalaman yang lebih mendalam.
Dengan anggaran 50 juta dolar, film ini melebihi biaya produksi film dune 2, mission impossible dan barbie.
Film ini memanfaatkan budget nya sebaik mungkin dengan membuat set yang sederhana sehingga para aktor bisa berinteraksi di lokasi syuting sesungguhnya, sehingga meningkatkan kualitas film karena terlihat lebih realistis dibandingkan dengan efek CGI.
Civil War akan tayang bulan April di bioskop. (Hans Christian Widjaya)
Editor : Meitika Candra Lantiva