RADAR MALIOBORO - Sebelum 7 Hari mendapat perhatian hangat dari netizen beberapa waktu lalu yang membawa kelebihan dan kekurangan. Ada yang menerima film tersebut karena dianggap membawa nilai-nilai positif, namun ada juga yang menganggapnya tidak pantas dan tidak etis setelah melihat poster film tersebut.
Sutradara sekaligus produser Ernest Prakasa bahkan mengomentari pro dan kontra film arahan Anggy Umbara tersebut serta membahas etika dunia seni.
Baca Juga: Pakar Otomotif Sebut Inisiatif Pemerintah Berhasil Tingkatkan Populasi Mobil Listrik
Terkait pro-kontra yang sempat terjadi, produser dan sutradara film VINA: Sebelum 7 Hari buka suara. Mereka menganggap wajar adanya pro-kontra mengingat tidak semua orang harus dipaksa memiliki kesukaan pada hal yang sama.
"Kita hidup di negara yang majemuk. Kita hargai yang punya pemikiran, punya perasaan, atau moralitas yang berbeda. Tapi yang jelas kita berangkat dari niat yang baik," kata Anggy Umbara selaku sutradara di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (18/4).
Baca Juga: Rendahnya Pajak Mobil Listrik Bikin Iri Pemilik Mobil Konvensional, untuk Wuling Air EV Berapa?
Berhubung pihaknya menghargai orang yang kontra pada film VINA: Sebelum 7 Hari, Anggy Umbara menaruh harapan besar pihak yang kontra juga dapat menghargai karyanya.
"Yang kontra kita hargai dan semoga mereka juga menghargai kita. Kita saling menghargai saja," tuturnya.
Baca Juga: Wika Salim Sebut Tukul Arwana Menjadi Bagian Penting dalam Perjalanan Kariernya
Sementara itu, Dheeraj Kalwani selaku produser menyatakan pihak yang kontra sebenarnya hanya pada poster film VINA. Dia pun meyakini mereka tidak akan kontra pada film yang terinspirasi dari kisah nyata tentang kematian tragis gadis berusia 16 tahun bernama Vina menjadi korban kekerasan seksual hingga dibunuh secara sadis oleh kelompok geng motor.
"Kalau saya sarankan tonton dulu filmnya baru nanti berkomentar," katanya.
Baca Juga: Bikin Adem! Inilah 4 Zodiak yang Paling Positive Vibes, Apakah Ada Zodiakmu Yuk Cek Disini!
Sebelumnya, film VINA: Sebelum 7 Hari menuai pro dan kontra di kalangan netizen setelah poster film tersebut viral di media sosial. Ada yang menilai film ini punya nilai positif, namun banyak juga kritikus yang menyebut film VINA tidak etis dalam penggunaan tragedi dan kesedihan.Sutradara dan produser Ernest Prakas pun mengomentari pro dan kontra atas kejadian tersebut diproduksi di fasilitas produksi Dee Company.
”Izin merespons. Menurut gua film Vina ini berada di ambang batas moralitas yang cukup rumit. Buat banyak orang, ini eksploitasi tragedi. Tapi berdasar banyak komentar di trailer yang terpajang di media sosial, tidak sedikit yang merespons positif bahkan menantikan film ini,” ujar Ernest di akun media sosial X pribadinya.
Ernest kemudian menyinggung soal integritas dalam dunia seni yang disebutnya relatif tidak dapat dipukul sama rata. Karena hal itu sangat bergantung pada proses pemaknaan etika dari setiap pelaku seni.
Baca Juga: 4 Jenis Olahraga Ini Dapat Membuat Awet Muda Jika Dilakukan dengan Rutin
”Integritas dalam seni itu relatif, karena bermain bukan dengan hukum melainkan etika, dan etika itu tidak ajeg. Apa yang saya percayai sebagai value yang baik, tentu akan tercermin melalui karya saya. Kata kunci di sini, adalah 'saya'. Subjektif,” ujar Ernest. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin