RADAR MALIOBORO – Film "Vina Sebelum 7 Hari" telah menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet sejak rilisnya pada 8 Mei.
Cerita yang diangkat dari kisah nyata seorang gadis bernama Vina yang viral pada tahun 2016.
Namun, kontroversi pun muncul karena film ini mengangkat kasus pemerkosaan yang menyeramkan.
Dilansir dari Radar Lawu, Film yang ditangani oleh sutradara Anggi Umbara ini menuai pro dan kontra sejak awal produksi.
Ada sebagian orang menganggapnya tidak etis karena memperdagangkan kasus nyata pemerkosaan dan pembunuhan perempuan tanpa menyembunyikan identitas korban.
Ada juga yang berpendapat bahwa tujuan pembuatan film ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan kekerasan seksual dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.
Namun, banyak penonton, terutama kritikus film, memilih untuk tidak menontonnya karena dianggap tidak etis dan kurang empati terhadap korban kekerasan seksual.
Namun, ada juga yang percaya bahwa adegan tersebut diperlukan untuk menggambarkan kekejaman yang dialami Vina secara nyata.
Produser film, Rommy Fibri Herdiyanto, mengatakan bahwa sebenarnya film tersebut menyatakan bahwa kekerasan yang ditampilkan masih dalam batas wajar sesuai dengan pedoman sensor yang berlaku.
Dia juga menekankan bahwa tujuan mereka adalah untuk memberikan pemahaman kepada penonton tentang kejadian sebenarnya.
Namun, kontroversi semakin membesar ketika sebuah video yang menunjukkan rekaman layar di bioskop muncul di media sosial.
Video tersebut menampilkan rekaman suara seorang teman Vina yang menjelaskan secara rinci kejadian yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Difitnah dengan Betrand Peto, Sarwendah Somasi Sejumlah Akun Media Sosial dan Ancam Lapor Polisi
Beberapa penonton merasa bahwa adegan kekerasan seksual dalam film terlalu mirip dengan deskripsi dalam rekaman suara tersebut.
Meskipun kontroversial, banyak yang mendukung keberadaan film ini sebagai alat pendidikan untuk mencegah kejadian serupa terjadi di dunia nyata.
Produser berharap agar film ini dapat menjadi peringatan bagi penonton, terutama orang tua, untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka guna mencegah tindakan negatif atau kejahatan yang mungkin menimpa mereka di masa depan.
Selain itu semoga dengan adanya film ini pelaku dapat segera di tangkap dan diberi hukuman yang sesuai dengan perbuatannya
Editor : Bahana.