Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

BIFF 2024 Resmi Dibuka! Ini Dia 5 Film Indonesia Siap Tayang dan Bersaing di Panggung Internasional: Siap Memukau Penonton Global!

Tastabila Maika Warditya • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 12:43 WIB
Poster film.
Poster film.

RADAR MALIOBORO - Busan International Film Festival (BIFF) 2024 resmi dimulai pada Rabu tanggal 2 Oktober dan akan berlangsung hingga 11 Oktober 2024 di Busan, Korea Selatan. 

Festival film terbesar dan terpopuler di Negeri Ginseng ini kembali mengundang ratusan karya dari berbagai negara, hal ini menjadikannya panggung bergengsi bagi para seniman perfilman dunia.

Tahun ini, BIFF menayangkan 279 film dari 63 negara, termasuk 5 karya unggulan dari Indonesia dan proyek kolaborasi internasional.

Setelah sukses menjadi Focus Country pada BIFF 2023, Indonesia terus menunjukkan konsistensi dan eksistensinya di kancah perfilman Asia.

Tahun ini, Indonesia kembali mengirimkan berbagai proyek film dan peserta industri, termasuk 2 film panjang, 1 film pendek, 2 film ko-produksi, 1 proyek film, serta 23 peserta dalam platform industri dan producer hub.

Berikut adalah 5 film Indonesia yang akan diputar di BIFF 2024:

1. Tale of the Land
Disutradarai oleh Loeloe Hendra, Tale of the Land akan melakukan pemutaran perdana dunia (World Premiere) di BIFF 2024.

Film ini diproduksi oleh Kawan Kawan Media dan menceritakan tentang May, seorang gadis Dayak yang diperankan oleh Shenina Cinnamon.

Setelah menyaksikan kematian orang tuanya, May mengalami trauma yang membuatnya pingsan setiap kali menginjak tanah.

Bersama kakeknya, Tuha, May berjuang untuk mengatasi kutukan yang membuatnya dijauhi warga desa.

2. Crocodile Tears
Karya sutradara Tumpal Tampubolon, Crocodile Tears, akan melakukan pemutaran perdana di Asia (Asian Premiere) dalam program A Window on Asian Cinema.

Film ini bercerita tentang Johan, seorang pemuda yang tumbuh di peternakan buaya bersama ibunya.

Kehidupan terisolasi ini membuat Johan merasa tertekan hingga pertemuannya dengan Arumi membawa cinta sekaligus bencana ke dalam hidupnya.

3. Suintrah
Film pendek Suintrah, disutradarai oleh Ayesha Alma Almera, akan menjalani pemutaran perdana dunia (World Premiere) di program Wide Angle.

Ceritanya mengikuti Jor dan putranya yang pindah ke desa terpencil karena masalah ekonomi.

Di desa ini, masyarakat memiliki kemampuan pendengaran luar biasa dan aturan ketat untuk tidak berbicara keras, yang membawa tantangan bagi Jor dan keluarganya.

4. Don't Cry, Butterfly
Film ko-produksi Don't Cry, Butterfly disutradarai oleh Duong Dieu Linh dan akan tayang perdana di Asia (Asian Premiere) dalam program A Window on Asian Cinema.

Film ini menggabungkan elemen fantasi, horor, drama, dan komedi, menceritakan kisah Tam, seorang wanita paruh baya yang menggunakan ilmu hitam untuk merebut kembali hati suaminya setelah mengetahui perselingkuhannya.

5. Tiger Stripes
Karya koproduksi internasional Tiger Stripes yang disutradarai oleh Amanda Nell Eu, juga akan diputar dalam program Special Program in Focus.

Film ini mengisahkan Zaffan, seorang remaja yang menghadapi stigma masyarakat konservatif saat memasuki pubertas, membuatnya merasa terasing dan penuh ketakutan terhadap perubahan dalam tubuhnya.

Film-film ini akan membawa Indonesia ke panggung internasional, menunjukkan bahwa perfilman Indonesia terus berkembang dan memiliki daya saing yang kuat di ranah global.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#perfilman Asia #festival film #Panggung Internasional #BIFF 2024 #film indonesia #perfilman indonesia #Busan International Film Festival 2024