RADAR MALIOBORO - Jika kamu suka film horror bertemakan pandemi seperti wabah zombi, pastinya tidak asing dengan ciri khas zombi yang biasa dikenalkan dalam film.
Mereka sering digambarkan sebagai mayat hidup yang tak gentar mencari manusia hidup sebagai mangsanya.
Namun, pernahkah kamu berpikir mengapa sesama zombi tidak saling memakan? Mengapa setiap zombi mendapat mangsanya tidak pernah dihabiskan secara utuh?
Menjawab pertanyaan tersebut, sebuah akun X dengan nama @GilaFilmID membeberkan beberapa fakta unik yang secara baku dipakai dalam industri pembuatan film zombi, terkhusus di barat sana.
Fakta yang pertama, konsep zombi dalam film digambarkan hanya mencari daging manusia yang masih hidup.
Artinya, sekali manusia tersebut mati, mereka sudah tidak menganggap manusia ini hidup karena sudah dianggap tidak menarik insting buas dan lapar mereka.
Kedua, zombi terlihat selalu lapar, namun tidak pernah menghabiskan mangsanya.
Alasannya kembali kepada poin pertama bahwa sebelum dia memakan seutuhnya daging manusia, dia sudah mati.
Daya tarik dari mangsa yang mati sudah tidak ada, sehingga akan segera mencari manusia hidup untuk diburu.
Fakta lainnya tentang zombi adalah untuk membunuh mereka, kebanyakan film berusaha menembak atau melukai bagian kepala mereka.
Poin ini pertama dikenalkan oleh film karya George R. Romero dalam judul “Night of the Living Dead.”
Penjelasannya didasarkan pada fungsi otak dalam kepala manusia yang mana menjadi inti dari setiap pergerakan atau fungsi tubuh lainnya.
Sekali otak mati karena hancur atau diserang, maka anggota tubuh lain ikut mati.
Hal ini menjadi aturan baku dalam pembuatan film zombi.
Hal unik lainnya adalah setiap tokoh atau manusia dalam suatu film zombie tidak pernah menyebutkan secara gamblang terhadap mayat hidup ini sebagai zombi.
Biasanya, film secara keseluruhan akan menyebut mahluk itu sebagai “infected,” “walker,” “undead,” dan lain sebagainya.
Hal itu difungsikan agar para tokoh di dalamnya perlu menebak apa yang mereka hadapi serta mempertahankan sensasi horror dalam fim mereka.
Jika mereka menyinggung istilah zombi, tentunya para tokoh akan otomatis tahu apa yang harus dilakukan ketika wabah zombi terjadi, sehingga kesan horror dan ketegangan dalam film berkurang. (Muhammad Malik Nadzif)
Editor : Meitika Candra Lantiva