RADAR MALIOBORO – Lewat unggahan di Instagram, Kantor Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia (@pco.ri), Juru Bicara Presidential Communication Office (PCO) Prita Laura memberi rekomendasi film tentang edukasi jejaring penipuan oline bekerja.
Film ini berjudul No More Bets.
“Bagi teman-teman yang tidak bisa ngebayangin, seperti apa sih sebenarnya kejahatan yang terorganisir, saya mau merekomendasikan satu film, yang baru keluar di tahun 2023, judulnya No More Bets,” kata Prita Laura.
“Pada film No More Bets ini kita disajikan tentang maraknya kasus penipuan siber yang terjadi antar negara dan film ini menceritakan kejahatan terorganisir dengan melakukan penipuan secara online yang menyasar pada kaum rentan di berbagai negara dan itu bisa terjadi pada anda saya dan keluarga kita, dengan salah satu mediumnya adalah judi online,” imbuhnya.
Film No More Bets merupakan film drama China yang disutradarai oleh Ao Shen, dibinangi oleh sejumlah aktor dan aktris China seperti Zhang Yizing, Gina Jin, Derren Wang, Eric Wang, Zhou Ye, dan Lay Zhang.
Film ini menceritakan tentang jejaring penipuan online bekerja, termasuk judi online yang saat ini masih marak di masyarakat.
Film produksi Dirty Monkeys ini pertama kali dirilis di bioskop Indonesia pada 27 September 2023 lalu.
Sinopsis film No More Bets (2023)
Film ini menceritakan dua orang yaitu Pan Sheng dan Liang Anna yang menjadi korban penipuan online.
Mulanya mereka tertarik dengan pekerjaan luar negeri yang memiliki prospek sangat menjanjikan.
Namun mereka ternyata telah memasuki perangkap yang dibuat oleh jejaring penipu online, mereka dijebak untuk melakukan Tindakan penipuan.
Setelah memasuki perangkap mereka ternyata menjadi operator penipuan online.
Yang awalnya tergiur dengan prospek kerja luar negeri, kini mereka sadar dan gambaran akan hidup sukses hilang sudah.
Mereka pada akhirya terpaksa menipu orang lain dan dilarang bepergian dengan nyawa menjadi taruhan.
Setelah mereka sadar bahwa telah ditipu, Pan Sheng dan Liang Anna berusaha untuk melarikan diri dari tempat mereka dijebak.
Ketegangan film terjadi ketika mereka berusaha melarikan diri. Banyak konflik yang terjadi dalam film ini.
Di lain sisi, film ini juga menunjukkan korban dari penipuan online yaitu Gu Tianzhi, yang menjadi korban judi online hingga dia kecanduan.
Film ini sangat layak ditonton untuk edukasi jejaring penipuan online bekerja.
(Shofiyullah)