RADAR MALIOBORO - Brian Khrisna merupakan seorang penulis yang terkenal dengan karyanya yang unik dalam wujud buku.
Pada saat merintis sebagai penulis, dia seringkali memposting tulisan pendek, quote, dan puisi melalui akun Tumblr-nya mbeeer.tumblr.com.
Tema yang diangkat berhubungan dengan asmara, jatuh cinta, semangat mempertahankan hubungan, putus cinta, kegalauan, sakit hati, kehilangan, hingga bangkit dari rasa kehilangan.
Buku yang terkenal dan masuk buku best seller di toko buku di Gramedia seperti; Bandung Menjelang Pagi, Sisi Tergelap Surga, Parable, dan lainnya.
Sementara, novel terbarunya yang mencuri banyak hati para pembaca, yakni Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Novel ini rilis pada 20 Januari 2025 dengan tebal halaman hanya 216.
Brian Khrisna selaku author mengabarkan via akun X-nya @briankhrisna dengan caption “Njir gak nyangka bisa masuk bioskop ????????” sembari menyertakan foto yang mengabarkan bahwa Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati akan diadaptasi di layar lebar.
Dia mengajak para netizen untuk membayangkan adegan-adegan dalam buku ketika tayang di layar lebar menjadi sebuah media film yang tentunya akan lebih terasa nyata karena terdapat visual.
Dalam foto tersebut juga terdapat ajakan atau pernyataan seperti kira-kira aktor siapa yang cocok untuk memerankan Ale, karakter utamanya dalam buku ini.
Bagi kalian yang masih belum familiar dan ingin tahu sinopsis dari novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, sinopsisnya bisa dibaca di bawah ya.
Ale merupakan pria berusia 37 tahun yang memiliki tinggi badan 189 cm dan berat 138 kg.
Badannya bongor, berkulit hitam, dan memiliki masalah dengan bau badan.
Sejak kecil Ale hidup di lingkungan keluarga yang tidak mendukungnya.
Ia tak memiliki teman dekat dan kurang mendapat kasih sayang atau dukungan, bahkan menjadi korban perundungan di sekolahnya.
Ale didiagnosis oleh psikiater sebagai penderita depresi akut.
Usahanya untuk diterima di lingkungan tidak pernah berhasil, keluarganya pun tidak memberi dukungan kepadanya.
Karena hal itu Ale memutuskan untuk mati. Ia mempersiapkan kematiannya agar ketika mati tidak merepotkan banyak orang.
Selama 24 jam terakhir, ia akan terus menelan obat antidepresan yang ia punya sekaligus.
Sebelum waktu itu tiba, Ale membersihkan apartemennya yang berantakan, makan makanan mahal yang ia tak pernah beli, hingga berkaraoke dan mabuk serta bernyanyi sepuasnya.
Saat ia akan menelan obat, ia membaca bahwa ia perlu mengonsumsi obat tersebut setelah makan.
Ia pun membeli dan memakan seporsi mie ayam sebelum mati.
Gimana? Menarik, bukan? Kira-kira gimana ya kalau kisah ini diadaptasi menjadi sebuah film?
Ditunggu kabar selanjutnya dan semoga filmnya memuaskan para fans dari bukunya.(Faiq Rivaldy)