Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tren S Line Drama Viral di TikTok, Tuai Pro dan Kontra: Lucu dan Kreatif Tapi Membuka Aib?

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 18 Juli 2025 | 23:07 WIB
Poster Drama Korea S Line yang rilis pada 11 Juli 2025.
Poster Drama Korea S Line yang rilis pada 11 Juli 2025.

RADAR MALIOBORO - Tren S Line tengah viral di TikTok, memunculkan beragam reaksi dari warganet.

Tren ini terinspirasi dari drama Korea berjudul S Line yang tayang perdana pada 11 Juli 2025.

Dalam drama tersebut, setiap karakter memiliki garis merah di atas kepala yang menunjukkan jumlah hubungan seksual mereka.

Konsep ini lalu diadopsi pengguna TikTok dalam bentuk filter atau editan visual, dan langsung menjadi bahan lelucon hingga ajang sindiran.

Di satu sisi, banyak pengguna TikTok menganggap tren ini lucu dan kreatif.

Mereka menilainya sebagai bentuk ekspresi digital dan hiburan ringan tanpa niat serius.

Beberapa kreator konten bahkan menyebutnya sebagai bentuk sindiran terhadap standar ganda masyarakat terkait pengalaman pribadi.

Tak sedikit juga yang menganggap tren ini bisa dijadikan cermin sosial atau bahkan “alat bantu” untuk menilai karakter seseorang dalam konteks hubungan.

Namun di sisi lain, tren ini menuai kritik karena dianggap membuka aib yang seharusnya menjadi ranah pribadi.

Sejumlah warganet dan tokoh masyarakat mengecam tren ini sebagai bentuk normalisasi pamer body count, yang bisa mendorong pergeseran nilai moral.

Dalam konteks budaya timur dan ajaran agama, tren semacam ini dinilai melanggar norma kesopanan dan privasi.

Komentar-komentar bernada peringatan pun bermunculan, seperti “Allah menutup aibmu, tapi kamu sendiri yang membukanya” atau “Kok malah bangga umbar hal kayak gitu?”

kontroversi ini memperlihatkan bagaimana budaya pop dari drama Korea dapat mempengaruhi cara masyarakat mengekspresikan diri secara daring.

Perbedaan sudut pandang ini juga mencerminkan gap antara generasi digital dengan nilai-nilai tradisional yang masih dijaga oleh sebagian masyarakat.

Tren S Line pada akhirnya menjadi pengingat bahwa tidak semua hiburan viral layak diikuti tanpa berpikir.

Kreativitas memang penting di era digital, namun tetap perlu disertai kesadaran akan norma, etika, dan dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain. (Muhammad Taufik)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Drama Viral #tiktok #budaya pop #Menghibur #pro kontra #aib #tren