Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ramai di Media Sosial, Film Panggil Aku Ayah Bikin Netizen Nangis Berjamaah

Iwa Ikhwanudin • Senin, 11 Agustus 2025 | 23:21 WIB

Ilustrasi film Panggil Aku Ayah.
Ilustrasi film Panggil Aku Ayah.


RADAR MALIOBORO – Sejak tayang di bioskop, film “ Panggil aku ayah “ langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial. Mulai dari Twitter, Instagram, hingga Tiktok, tagar terkait film ini tak henti-hentinya bermunculan. Para netizen kompak berbagi cerita dan review yang menyentuh, banyak diantaranya yang mengaku tak bisa menahan air mata selama menonton. Mereka sepakat bahwa film ini bukan sekedar tontonan, melainkan sebuah pengalaman emosional yang meninggalkan kesan mendalam dan membuat satu studio bioskop terisak bersamaan.

Banyak pujian yang dilayangkan netizen untuk totalitas akting para pemainnya. Ringgo Agus Rahman,yang berperan sebagai Dedi, si penagih utang yang kaku, berhasil mencuri perhatian. Netizen memuji bagaimana Ringgo mampu menampilkan sisi keras namun diam-diam soft dari karakternya. Transformasi Dedi dari sosok yang dingin menjadi ayah yang penuh kasih sayang , disebut-sebut sebagai kekuatan utama film ini. Interaksi dan chemistry antara Ringgo dengan Myesha Lin yang memerankan Intan kecil juga terasa sangat alami.

Kehadiran Boris Bokir sebagai Tatang, dengan jokes khasnya, juga diapreasiasi karena berhasil memberikan sentuhan komedi yang pas. Netizen menilai Boris mampu menjaga keseimbangan emosi film, membuat suasana tidak melulu tegang dan sedih. Perpaduan acting yang solid dari ketiga pemain utama ini menjadi salah satu alasan mengapa film “panggil aku ayah “ begitu sukses menyentuh hati banyak orang. Mereka berhasil membuat karakter – karakter terebut teraa begitu hidup dan nyata.

Film ini merupakan adaptasi dari film Korea Selatan berjudul “ pawn”, dan netizen sepakat bahwa versi Indonesianya berhasil dieksekusi dengan sangat baik. Sutradara da penulis skenario dinilai berhasil membawa esensi cerita ke dalam konteks lokal yang lebih relatable. Isu-isu sosial seperti kesulitan ekonomi dan utang-piutang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, membuat pesan moralnya jadi lebih mengena. Netizen merasa cerita ini adalah refleksi dari realita yang ada, namun dibingkai dengan cara yang sangat mengharumkan.

Pesan utama film ini tentang makna keluarga yang tidak harus sedarah juga menjadi topik hangat. Banyak netizen yang berbagi cerita pribadinya tentang arti keluarga bagi mereka setelah menonton film ini. “Benar-benar definisi keluarga itu bukan Cuma soal darah, tapi soal siapa yang ada di samping kita”, tulis netizen di Twitter. Secara keseluruhan film “ panggil aku ayah “ mendapatkan riview yang sangat positif dan direkomendasikan sebagai tontonan wajib yang tak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan pesan berharga di hati penonton.

( Adessia Miftahullatifah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#viral #ringgo agus rahman #Panggil Aku Ayah #viral medsos #nangis berjam-jam #netizen