Drama kriminal asal Inggris besutan sutradara Philip Barantini itu kembali jadi perbincangan hangat setelah memboyong sejumlah kategori di ajang Emmy Awards 2025.
Adolescence menjadi salah satu pemenang Emmy Awards terbesar tahun ini dengan membawa pulang delapan piala Emmy sekaligus, seperti Outstanding Limited or Anthology, Outstanding Lead Actor yang dimenangkan Stephen Graham, Outstanding Supporting Actress yang disabet Erin Doherty, pemeran psikolog di Adolescence, dan Outstanding Supporting Actor yang dimenangkan Owen Cooper.
Adolescence juga menyapu kategori Outstanding Directing & Writing untuk Limited/Anthology Series atau Movie.
Lewat kemenangannya meraih Outstanding Supporting Actor, pemeran tokoh Jamie dalam serial Adolescence, Owen Cooper resmi menjadi aktor pria termuda yang pernah meraih Emmy dalam kategori akting.
Owen menorehkan sejarah di usia 15 tahun, sebuah pencapaian yang jarang terjadi bagi aktor pendatang baru.
Siapa Owen Cooper?
Owen lahir di Warrington, Inggris pada 5 Desember 2009. Ia berasal dari keluarga sederhana; ibunya seorang perawat dan ayahnya bekerja di bidang IT.
Awalnya, Owen bercita-cita menjadi pesepak bola, sebelum akhirnya jatuh hati pada dunia akting. Ia sempat mengikuti pelajaran akting mingguan bersama The Drama Mob di Manchester.
Perannya sebagai Jamie Miller di mini series Adolescence bukanlah hal yang mudah.
Owen harus memerankan remaja 13 tahun yang masih polos, tetapi dipaksa menghadapi tuduhan kriminal serius.
Aktingnya yang emosional, jujur, dan penuh intensitas membuat banyak kritikus terkesan, terlebih mengingat usianya yang sangat muda.
Sinopsis Adolescence
Mini series besutan yang ditulis oleh Jack Thorne dan Stephen Graham, Adolescence mengisahkan Jamie Miller (Owen Cooper), remaja 13 tahun yang hidupnya berubah drastis setelah dituduh terlibat dalam kasus pembunuhan teman sekelasnya, Kati.
Ditangkapnya Jamie memaksa kedua orang tuanya, Eddie Miller dan Manda Miller, menghadapi tanggung jawab besar.
Keluarga Jamie berupaya memahami kasus ini lewat berbagai cara, mulai dari meminta bantuan psikolog hingga penyelidik, untuk mengetahui motif sesungguhnya di balik tindakan Jamie.
Adolescence tidak hanya menghadirkan drama kriminal yang menegangkan, namun juga menyingkap isu-isu sosial kontemporer seperti bullying, tekanan keluarga, hingga pengaruh media sosial terhadap psikologi remaja.
Kolaborasi Aktor dan Teknik One Take
Salah satu yang paling mencuri perhatian dari mini series ini adalah penggunaan teknik one take, yaitu teknik dimana kamera merekam satu adegan secara utuh tanpa putus.
Hal ini membuat para aktor harus menguasai konsistensinya dari awal hingga akhir adegan.
Tidak mengherankan, mini series psikologis, thriller, dan kriminal dalam empat episode ini berhasil mengantongi respon positif dari kalangan kritikus, festival film, dan penonton.
Adolescence tersedia dan bisa disaksikan secara resmi melalui platform streaming Netflix.
Penulis: Ayu Andayani Saputri