Radar Malioboro – Mulai 8 Oktober 2025, penonton Indonesia dan internasional dapat menyaksikan kembali salah satu film paling berani dari dunia perfilman Indonesia, Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body), lewat platform Netflix.
Film garapan sutradara senior Garin Nugroho ini pertama kali ditayangkan pada Festival Film Internasional Venice ke-75.
Di Indonesia, film ini pertama kali ditayangkan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada 13 Desember 2018. Kemudian, film ini baru ditayangkan di bioskop pada 18 April 2019 setelah mundur dari jadwal awal yaitu Maret 2019.
Film berdurasi 107 menit ini menceritakan kisah Juno, seorang anak laki-laki yang hidup tanpa orang tua di Jawa pada tahun 1980an.
Juno kemudian tumbuh dalam lingkungan yang keras, sebelum kemudian akhirnya menemukan tempatnya di dunia seni tari lengger. Lengger sendiri merupakan sebuah kesenian tradisional asal Jawa yang dikenal dengan gerakan gemulai dan feminin.
Film ini diperankan oleh tiga aktor sekaligus, yaitu Raditya Evandra sebagai Juno kecil, Muhammad Khan sebagai Juno remaja, dan Rianto, yang juga merupakan penari dan sosok inspirasi di balik cerita film ini, sebagai Juno dewasa sekaligus narator utama empat babak kehidupan Juno.
Bukan sekadar cerita personal, Kucumbu Tubuh Indahku berbicara tentang isu-isu yang jarang disentuh sinema Indonesia, seperti ambiguitas gender dalam tradisi Jawa.
Latar utama film ini yang berputar di seni tari lengger lanang, di mana penarinya adalah lelaki yang didandani seperti perempuan, merupakan simbol dari meleburnya sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh.
Namun, perjalanan Kucumbu Tubuh Indahku tidak berjalan mulus. Sejak dirilis, film ini langsung mengundang kontroversi. Sejumlah kelompok masyarakat menuduh film ini “mempromosikan LGBT.” Beberapa kota juga sempat melarang penayangan film ini di bioskop.
Di balik kontroversinya, Kucumbu Tubuh Indahku telah ditayangkan di beberapa festival film internasional serta berhasil meraih beberapa penghargaan, di antaranya Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic (Italia, 2018), Best Film pada Festival Des 3 Continents (Perancis, 2018), dan Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards (Australia, 2018).
Selain itu, film ini juga memenangkan penghargaan di Festival Film Indonesia 2019 dalam kategori Film Terbaik, Aktor Terbaik untuk Muhammad Khan, dan Sutradara Terbaik untuk Garin Nugroho.
Dengan hadirnya film ini di Netflix, Kucumbu Tubuh Indahku akhirnya kembali dapat diakses luas oleh penonton, setelah sebelumnya terbatas di layar festival saja.
Netflix sebagai platform streaming global juga memperluas jangkauan penonton untuk mengenal kebudayaan Jawa, tradisi lengger, dan juga keberanian film ini dalam membahas hal-hal yang dianggap tabu.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin