Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sinopsis Film Cyberbullying: Kisah Kejam Media Sosial Remaja

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 12:50 WIB
Poster Film Cyberbullying (Sumber: Instagram)
Poster Film Cyberbullying (Sumber: Instagram)

RADAR MALIOBORO – Dunia digital yang seharusnya menjadi ruang interaksi kini tak jarang berubah menjadi ladang luka. Inilah yang diangkat dalam film drama remaja terbaru, Cyberbullying. Film bertema perundungan digital berjudul Cyberbullying ini sudah tayang mulai hari Kamis, 23 Oktober 2025 di bioskop. 

Trailer resminya menyuguhkan potongan kisah pilu Neira Kanjera, seorang gadis remaja perempuan yang hidupnya berubah drastis setelah video pribadinya tersebar luas di internet. 

Film ini bukan hanya menampilkan sisi kejam perundungan online, tetapi juga perjuangan seorang remaja untuk bangkit dan menemukan kembali suaranya di Tengah gelombang kebencian daring. Yuk! Simak synopsis di bawah ini!

Sinopsis Film Cyberbullying

Film ini bercerita tentang Neira, remaja 13 tahun yang merupakan teladan di sekolah, hidupnya sempurna sebagai gadis cerdas dan populer, hancur lebur oleh satu video viral yang menuduhnya melakukan hal tak pantas. Hujatan daring membuatnya terpuruk dan menolak sekolah, bahkan merasa tak ada yang peduli. Upaya pemulihan membawanya ke rumah sang kakek. 

Di sana ia membangun harapan baru dengan Tante Rani, fokus pada kegiatan positif. Namun, ketegangan Neira kembali terusik ketika video traumatik itu muncul lagi, menantang tekadnya. Film Cyberbullying adalah narasi kuat tentang kehancuran, penyembuhan, dan perjuangan seorang gadis remaja menemukan suara diri di Tengah kekejaman digital. 

Pemeran Film Cyberbullying

Liane Kawati menyebut Cyberbullying sebagai kombinasi nyata untuk menguatkan karakter anak muda Indonesia di era digital, sekaligus menjadi sarana refleksi bagi keluarga dan pelajar. Ia menekankan bahwa film ini dibuat dnegan menjunjung tinggi nilai-nilai attitude (sikap) di atas skill (keahlian), yang tercermin dari setiap proses produksi yang melibatkan banyak actor cilik dari Makassar, termasuk Amanda, Tiel, Fyln, Makka, Habibi, dan Rajwa, yang membutuhkan kesabaran dan kerja tim yang solid. Film ini juga diperkuat oleh kehadiran actor senior yakni Roy Marten. 

(Hanifah Okta Romadhoni)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#cyber bullying #film #cyber #bullying