Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Nostalgia Sinema: The Pianist, Potret Kejam Holocaust yang Abadi, Merayakan Kembali Kejeniusan Adrien Brody

Bahana. • Senin, 17 November 2025 | 01:39 WIB

Photo
Photo

RADAR MALIOBORO  - Meskipun telah berlalu lebih dari dua dekade sejak perilisannya pada tahun 2002, film drama biografi epik The Pianist karya sutradara Roman Polanski terus mempertahankan statusnya sebagai salah satu mahakarya sinema modern.

Diangkat dari kisah nyata pianis Yahudi Polandia, Władysław Szpilman, film ini bukan sekadar tontonan sejarah, melainkan pelajaran abadi tentang ketahanan manusia di tengah horor Holocaust.

The Pianist menceritakan kisah perjuangan hidup Szpilman (diperankan oleh Adrien Brody) yang harus bersembunyi dan bertahan di puing-puing Warsawa selama invasi Nazi Jerman pada Perang Dunia II.

Film ini secara brutal jujur dalam menggambarkan kehidupan di dalam Ghetto Warsawa, di mana kemanusiaan diuji dan keputusasaan menjadi santapan sehari-hari. Film ini dikenal karena pendekatannya yang sunyi dan tidak heroik.

Polanski, yang juga merupakan penyintas Holocaust, memilih untuk fokus pada "kebiasaan bertahan hidup" (banality of survival) daripada romantisasi perlawanan bersenjata.

Penonton disajikan dengan kengerian yang murni, seperti adegan perlakuan brutal Nazi terhadap orang tua disabilitas dan kondisi kelaparan yang memaksa manusia meminum sup tumpah di jalanan.

Intensitas film ini tidak dapat dipisahkan dari penampilan luar biasa Adrien Brody. Untuk peran ini, Brody melakukan dedikasi ekstrem: ia kehilangan berat badan secara drastis, melepaskan apartemennya, menjual mobilnya, dan bahkan belajar bermain piano klasik agar penghayatannya terhadap Szpilman sempurna.

Dedikasi ini membuahkan hasil bersejarah. Pada ajang Academy Awards ke-75 tahun 2003, Brody memenangkan piala Aktor Terbaik dan menjadikannya aktor termuda yang meraih penghargaan tersebut pada usia 29 tahun.

Kemenangan ini, bersama dengan penghargaan Sutradara Terbaik untuk Roman Polanski dan Skenario Adaptasi Terbaik untuk Ronald Harwood, memperkuat posisi The Pianist sebagai tonggak sinema global.

Selain visual yang menghantui, musik dalam film ini menjadi karakternya sendiri. Fragmen-fragmen karya Chopin, terutama Ballade No. 1 in G minor, berfungsi sebagai jiwa Szpilman yang menolak untuk padam.

Momen klimaks di mana Szpilman, yang kurus kering dan hampir mati, memainkan lagu tersebut di depan perwira Jerman bernama Kapten Wilm Hosenfeld (Thomas Kretschmann) adalah salah satu adegan paling kuat dan mengharukan dalam sejarah film.

Ini adalah bukti bahwa seni, khususnya musik, dapat melampaui garis pertempuran dan kebrutalan.

Meskipun telah menjadi film "vintage" dan sering diulas kembali, The Pianist tetap relevan.

Film ini terus berfungsi sebagai pengingat pahit akan kekejaman perang dan, yang terpenting, kekuatan abadi dari kemanusiaan, musik, dan keinginan untuk hidup. Bagi kalian yang tertarik dengan the pianist ini, jangan lupa tonton ya!

Penulis: Cut Nazwa Khiranjani

Editor : Bahana.
#The Pianist