RADAR MALIOBORO – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan terobosan dengan film terbaru berjudul "Pelangi di Mars." Rencananya, film bergenre fiksi ilmiah ini akan tayang di bioskop pada tahun 2026 dan menggabungkan elemen live-action dengan animasi 3D. Disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda.
Upie Guava mengindikasikan bahwa ide awal film ini terinspirasi dari nostalgia akan film petualangan luar angkasa yang pernah membangkitkan semangatnya. Ia bertekad untuk memberikan sajian berkualitas yang dapat dinikmati oleh anak-anak Indonesia.
Film "Pelangi di Mars" mengisahkan Pelangi, seorang gadis kecil yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di planet Mars. Diperankan oleh Messi Gusti, Pelangi menjalani kehidupan yang sepi setelah ditinggal ibunya, Pratiwi, yang dimainkan oleh Lutesha. Dalam perjalanan hidupnya, Pelangi bertemu dengan sekelompok robot yang ditinggalkan, dan bersama robot-robot tersebut, ia bertekad untuk menyelamatkan Bumi dari krisis air dengan mencari mineral bernama Zeolith Omega.
Salah satu keunggulan film ini terletak pada penggunaan teknologi hybrid yang memadukan elemen live-action dengan karakter-karakter robot yang berbasis animasi 3D. Produser Dendi Reynando menekankan bahwa teknologi ini menciptakan ruang imajinasi yang luas sambil tetap mempertahankan sentuhan humanis, mengingat inti cerita berfokus pada tema keluarga dan persahabatan.
Upie Guava berharap "Pelangi di Mars" dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk percaya diri, berani bermimpi, dan menggunakan kecerdasan mereka untuk mengatasi berbagai tantangan. Film ini tidak hanya menyuguhkan drama keluarga dan petualangan luar angkasa, tetapi juga menampilkan elemen sains serta visual yang futuristik.
Dengan dukungan dari pemerintah melalui PT Produksi Film Negara (PFN), diharapkan "Pelangi di Mars" akan menjadi film yang dapat membanggakan dan menginspirasi banyak orang.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin