Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Memories of Murder: Thriller Klasik Bong Joon-ho yang Menolak Kedaluwarsa

Magang Radar Malioboro • Jumat, 28 November 2025 | 21:34 WIB

Photo
Photo
RADAR MALIOBORO - Jauh sebelum meraih ketenaran global melalui film pemenang Oscar, Parasite, sutradara jenius asal Korea Selatan, Bong Joon-ho, telah menorehkan mahakarya sinema yang hingga kini dianggap sebagai salah satu film thriller terbaik sepanjang masa: Memories of Murder (살인의 추억, Sarinui chueok) yang dirilis pada tahun 2003.

Film panjang kedua Bong ini bukan hanya sukses secara komersial di Korea, tetapi juga memenangkan pujian kritis internasional berkat penggambaran yang gelap, satir, dan mendalam tentang sebuah kasus kriminal yang paling menghantui sejarah Korea.

Memories of Murder diadaptasi secara bebas dari kisah nyata Pembunuhan Berantai Hwaseong yang terjadi antara tahun 1986 hingga 1991 di Provinsi Gyeonggi.

Kasus ini merupakan kasus pembunuhan berantai pertama yang tercatat di Korea Selatan, di mana sepuluh wanita ditemukan tewas dicekik, namun pelakunya tidak pernah tertangkap selama bertahun-tahun.

Film ini berpusat pada upaya putus asa dua detektif dengan metode yang kontras: Detektif Park Doo-man (diperankan oleh Song Kang-ho), seorang detektif lokal yang mengandalkan insting primitif, dan Detektif Seo Tae-yoon (diperankan oleh Kim Sang-kyung), seorang detektif muda dari Seoul yang berusaha menerapkan metode investigasi yang logis dan saintifik.

Salah satu aspek yang membuat Memories of Murder begitu ikonik adalah akhir ceritanya yang terasa menggantung dan penuh frustrasi.

Film ini berakhir tanpa mengungkapkan identitas pembunuhnya, meninggalkan para detektif—dan penonton—dalam kegelapan abadi, mencerminkan kebuntuan kasus yang sebenarnya.

Sejak perilisannya, Memories of Murder telah mendapat status sebagai "Classic Cult International". Film ini menjadi penanda awal bagi kolaborasi legendaris antara Bong Joon-ho dan aktor utamanya, Song Kang-ho.

Kualitas sinematografi yang memukau, akting yang luar biasa, serta narasinya yang mendebarkan dan menghadirkan rasa pahit (bitter aftertaste), membuatnya tetap relevan dan powerful bahkan setelah dua dekade berlalu.

Memories of Murder bukan hanya sebuah film, tetapi sebuah kapsul waktu yang menangkap keputusasaan, kegagalan, dan memori kolektif sebuah bangsa.

Penulis: Cut Nazwa Khiranjani

Editor : Bahana.
#memories of murder