Film ini diangkat dari kisah nyata yang mengguncang publik Indonesia, yaitu penganiayaan tragis yang dialami oleh David Ozora pada tahun 2023 di Jakarta Selatan.
Cerita film ini berfokus pada perjuangan Jonathan Latumahina, seorang ayah yang gigih memperjuangkan keadilan bagi putranya yang mengalami luka parah hingga koma akibat kekerasan brutal oleh pihak penguasa wilayah tersebut.
Perjuangan Jonathan mendapat dukungan luas dari masyarakat yang merasa prihatin terhadap ketidakadilan ini, sehingga cerita film sangat kuat menggambarkan pergulatan moral dan sosial antara masyarakat biasa dan kekuasaan yang disalahgunakan.
Sekitar 90 persen cerita yang tertuang dalam film ini didasarkan pada riset lapangan yang mendalam dari keluarga korban, pengacara, hingga para saksi mata sehingga film ini sangat kental dengan nuansa realisme.
Dalam film ini, Chicco Jerikho memerankan Jonathan Latumahina dengan sangat emosional, sementara Muzakki Ramdhan memerankan sosok David Ozora yang menjadi korban penganiayaan.
Film ini juga dibintangi oleh Erdin Werdrayana, Tika Bravani, Donny Damara, Annisa Kaila, dan Mathias Muchus yang menambah kekuatan narasi dan alur cerita. Selain itu, film ini juga menghadirkan soundtrack dari band Sukatani yang menambah atmosfer dramatis dalam setiap adegannya.
Film "Ozora" tak hanya diputar di bioskop Indonesia, tetapi juga akan tayang secara internasional di Malaysia, Singapura, dan Brunei mulai 29 Januari 2026.
Film ini bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga sebuah seruan kuat untuk keadilan dan pengingat bagi publik agar selalu peduli terhadap kasus-kasus penyalahgunaan kekuasaan dan kekerasan yang terjadi di masyarakat.
Melalui kisah nyata ini, film ini mencoba membangun kesadaran sekaligus memberikan suara bagi mereka yang tertindas.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.