RADAR MALIOBORO – Maudy Ayunda, yang dikenal sebagai penyanyi sekaligus aktris dengan rekam jejak cemerlang, kembali menunjukkan totalitasnya lewat film Para Perasuk. Proyek ini menjadi tantangan baru karena menuntut persiapan fisik dan emosional yang lebih intens dibanding peran-peran sebelumnya.
Di balik keberhasilan Para Perasuk menembus kompetisi Sundance Film Festival 2026, terdapat cerita menarik tentang cara sutradara Wregas Bhanuteja mengajak aktor-aktornya bergabung. Tidak sekadar menyerahkan naskah, Wregas menggunakan pendekatan personal mulai dari cara romantis hingga trik halus untuk meyakinkan para pemain masuk ke dalam proyek ambisius tersebut.
Dalam film ini, Maudy berperan sebagai Laksmi, seorang pelamun yang sukarela dirasuki roh. Peran tersebut mengharuskannya mempelajari 10 jenis tarian roh hewan. Untuk mendalami karakter, ia berlatih langsung bersama koreografer asal Surakarta, Siko Setyanto. Maudy menjelaskan bahwa tantangan terbesarnya adalah menjiwai tiap roh hewan tanpa pola yang baku karena gerakan tidak dibuat secara kaku.
Ia menuturkan, “Mas Siko hanya memberi gambaran gerakan tanpa koreografi yang benar-benar pasti, jadi itu yang menurutku cukup menantang.”
Selain pendalaman karakter, Maudy juga menghadapi tantangan fisik. Banyak adegan yang menuntutnya merangkak, berjongkok, dan melakukan gerakan rendah yang cukup membebani lutut. Ia juga harus tetap menjaga ritme agar tidak berbenturan dengan penari lain meski harus tampil seolah kehilangan kesadaran.
Dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Maudy mengakui bahwa beban fisik tersebut semakin terasa menjelang akhir syuting. Meski begitu, ia menilai pengalaman ini sangat berharga dan memperkaya proses kreatifnya.
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin