RADAR MALIOBORO— Setelah 14 tahun sejak penayangan perdananya, film 5 cm dipastikan akan kembali hadir lewat sekuel berjudul 5cm: Revolusi Hati. Pengumuman resmi ini disampaikan oleh rumah produksi Soraya Intercine Films melalui unggahan teaser poster di akun Instagram @sorayaintercinefilms pada Jumat (2/1/2026).
Dalam unggahan tersebut, Soraya Intercine Films menuliskan keterangan singkat yang sarat makna, “Di mana pun tempatnya, jika bersama sahabat semua terasa indah.” Kalimat ini langsung memantik nostalgia dan antusiasme penggemar film 5 cm yang pertama kali dirilis pada 2012.
Film 5 cm dikenal sebagai salah satu film Indonesia paling berpengaruh pada masanya. Dibintangi Herjunot Ali, Fedi Nuril, Raline Shah, Denny Sumargo, Igor Saykoji, dan Pevita Pearce, film ini berhasil menarik lebih dari 2,4 juta penonton dan menginspirasi banyak anak muda untuk berani mengejar mimpi serta mencintai alam Indonesia. Pendakian ke Puncak Mahameru dalam film tersebut bahkan sempat menjadikan Gunung Semeru sebagai destinasi impian.
Meski mengusung judul lanjutan, pihak Soraya Intercine Films menegaskan bahwa 5cm: Revolusi Hati bukan adaptasi dari novel lanjutan karya Donny Dhirgantoro berjudul 5cm: Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang yang terbit pada 2020. Artinya, alur cerita film terbaru ini akan berdiri sendiri dengan pendekatan yang berbeda.
Kendati demikian, nama Donny Dhirgantoro tetap tercantum dalam proyek ini, menandakan bahwa nilai dan ruh cerita 5 cm masih dijaga. Sementara itu, Sunil Soraya dipastikan kembali terlibat sebagai produser, sama seperti film pertamanya.
Hingga kini, pihak produksi belum mengumumkan detail lebih lanjut terkait sutradara, sinopsis resmi, daftar pemain, maupun jadwal tayang 5cm: Revolusi Hati. Ketidakpastian ini justru menambah rasa penasaran publik, terutama terkait kemungkinan kembalinya para pemeran lama.
Sekuel 5cm: Revolusi Hati diproyeksikan menjadi salah satu film yang paling dinantikan pada 2026, dengan janji menghadirkan perjalanan emosional baru tentang persahabatan, perubahan, dan pencarian makna hidup.
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin