Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Seni Kabuki dari Jepang melalui Kokuho

Magang Radar Jogja • Selasa, 6 Januari 2026 | 11:09 WIB

Penampilan Ryo Yoshizawa dan Ryusei Yokohama memainkan the wisteria maiden di film Kokuho (©️SHUICHI YOSHIDA/ASP ©️2025 “KOKUHO” Film Partners)
Penampilan Ryo Yoshizawa dan Ryusei Yokohama memainkan the wisteria maiden di film Kokuho (©️SHUICHI YOSHIDA/ASP ©️2025 “KOKUHO” Film Partners)
Jepang yang secara internasional dikenal dengan animasinya atau biasa disebut anime memiliki berbagai budaya yang tidak kalah menarik. Salah satunya adalah seni teater tradisional kabuki.

Pada tahun 2025, Jepang merilis sebuah film live-action berjudul Kokuho. Diadaptasi dari sebuah novel karya Shuichi Yoshida yang disutradarai oleh Lee Sang-il dan dibintangi oleh aktor papan atas Ryo Yoshizawa.

Kokuho, dalam bahasa Indonesia berarti harta nasional, menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Kikuo Tachibana (diperankan oleh Ryo Yoshizawa) yang setelah kematian ayahnya diasuh oleh seorang aktor kabuki terkenal, Hanai Hanjiro (diperankan oleh Ken Watanabe).

Bersama Shunsuke (diperankan oleh Ryusei Yokohama), putra Hanai Hanjiro, Kikuo mendalami seni kabuki dan mendedikasikan hidupnya untuk seni teater tersebut.

Film ini telah tayang di berbagai festival film seperti Cannes Film Festival, Shanghai International Film Festival, Busan International Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan tayang reguler di bioskop di 11 negara.

Kokuho bahkan masuk ke dalam shortlist nominasi oscar tahun 2026 untuk dua kategori, international reature film dan makeup and hairstyling

Kabuki sendiri adalah seni teater tradisional yang menggabungkan unsur tari, pantomim, musik, dan drama.

Pemerannya memakai kostum dan make-up khas mencolok untuk menegaskan karakter yang diperankan.

Sebelumnya, kabuki dapat diperankan oleh perempuan dan laki-laki. Akan tetapi pada tahun 1603, kabuki menjadi terkenal di kalangan kelas bawah namun tidak dilirik oleh kelas atas yang mengakibatkan pemain kabuki perempuan menjadi lebih populer untuk lagu mesum dan tarian sensual.

Oleh karena itu, pemerintah melarang perempuan untuk memainkan kabuki.

Hingga saat ini, kabuki hanya dimainkan oleh laki-laki yang disebut dengan onnagata.

Berikut adalah drama-drama kabuki yang muncul di dalam film Kokuho

The Two Lions (Renjishi)

Two lions adalah drama kabuki yang menceritakan kisah tarian singa yang dibawakan oleh singa jantan dan anaknya.

Mengisahkan tentang hubungan singa jantan yang sudah tua dan lemah, dan anaknya yang masih mudah dan kuat. Drama ini menjelaskan bahwa kekuatan diwariskan dari generasi ke generasi lainnya.

The Two Maiden (Kyokanoko Musume Dojoji)

The two maiden menceritakan tentang wanita yang tengah cemburu dan merubah dirinya menjadi ular untuk membunuh pria yang menolaknya.

Drama ini menjelaskan berbagai emosi wanita yang sedang jatuh cinta hingga bagaimana mereka marah.

The Lover’s Suicide (Toribeyama Shinju)

The lover’s suicide menceritakan tentang seorang samurai muda yang tidak sengaja membunuh saudara teman dekatnya dan memutuskan untuk bunuh diri sebagai penebusan dosa.

Akan tetapi seorang wanita penghibur yang membuatnya jatuh cinta membujuk untuk melakukan bunuh diri bersama sebagai pasangan kekasih.

The Wisteria Maiden (fuji musume)

The wisteria maiden tidak memiliki cerita khusus, drama kabuki yang satu ini hanya menampilkan keindahan seorang perempuan dengan bunga wisteria yang indah serta pertunjukan pergantian kostum di atas panggung.

The heron maiden (sagi musume)

The heron maiden menceritakan tentang seorang wanita yang diliputi nafsu dan dibandingkan dengan seekor bangau putih yang sedih.

Drama ini menyampaikan berbagai emosi seorang wanita dari ketenangan hingga kegembiraan meskipun diliputi duka.

Penulis: Hanifah Fajri Nurhikmah

Editor : Bahana.
#jepang #kabuki