Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Netflix Menang, Paramount Ngotot: Drama Akuisisi Warner Bros Belum Tamat

Magang Radar Malioboro • Minggu, 11 Januari 2026 | 19:13 WIB
Warner Bros. Discovery menjadi pusat perebutan dua raksasa hiburan dunia. Meski Paramount terus mengajukan penawaran, dewan perusahaan memilih kesepakatan dengan Netflix sebagai mitra akuisisi."
Warner Bros. Discovery menjadi pusat perebutan dua raksasa hiburan dunia. Meski Paramount terus mengajukan penawaran, dewan perusahaan memilih kesepakatan dengan Netflix sebagai mitra akuisisi."

RADAR MALIOBORO— Perebutan Warner Bros. Discovery (WBD) makin memanas dan berubah menjadi drama bisnis kelas dunia. Meski Paramount Global berkali-kali mengajukan penawaran, dewan Warner Bros. tetap kukuh memilih kesepakatan dengan Netflix, langkah yang dinilai paling aman di tengah ketidakpastian industri hiburan global.

Paramount, yang dikendalikan oleh Larry Ellison bersama putranya David, sudah berbulan-bulan mencoba mengakuisisi seluruh bisnis Warner Bros., termasuk jaringan TV kabel seperti CNN dan TNT. Namun, upaya tersebut kembali kandas setelah Warner Bros. pada 5 Desember 2025 resmi mengumumkan penjualan bisnis studio dan streaming kepada Netflix.

Baca Juga: Lagu Galau dan Psikologi Emosi: Bikin Makin Sedih atau Justru Melegakan?

Tak mau menyerah, Paramount membawa tawarannya langsung ke pemegang saham pada 8 Desember 2025 dengan penawaran tunai sebesar US$30 per saham, yang masa berlakunya hingga 21 Januari 2026. Sejumlah analis menilai angka tersebut masih bisa naik. Bloomberg Intelligence memprediksi Paramount perlu menaikkan tawaran setidaknya menjadi US$32 per saham agar Warner Bros. bersedia kembali bernegosiasi.

Namun, persoalan akuisisi ini tak sekadar soal harga. Dewan Warner Bros. menilai proposal Paramount mengandung banyak risiko, terutama pembatasan operasional sebelum transaksi rampung dan potensi pembatalan sepihak. Selain itu, membatalkan kesepakatan dengan Netflix bukan perkara murah. Biayanya diperkirakan mencapai US$4,7 miliar, termasuk denda pembatalan dan biaya utang tambahan.
Sebaliknya, Netflix dipandang memiliki neraca keuangan yang kuat dan arus kas stabil. Faktor ini menjadi pertimbangan penting bagi dewan dalam memilih mitra jangka panjang. Netflix juga menyatakan proses perizinan tengah berjalan dan diklaim memiliki peluang lolos regulasi yang sebanding dengan Paramount.
Di sisi lain, sebagian pemegang saham seperti Pentwater Capital Management menilai dewan Warner Bros. terlalu cepat menutup pintu bagi Paramount. Mereka bahkan mengancam menentang jajaran dewan jika negosiasi ulang tak dibuka.

Baca Juga: Kuliah Harus Pakai Kemeja? Ini Fakta Aturan Berpakaian Mahasiswa di Kampus

Melihat tenggat waktu yang semakin dekat, saga akuisisi Warner Bros. masih menyisakan tanda tanya besar. Satu hal yang pasti, pertarungan Netflix dan Paramount ini berpotensi mengubah peta industri hiburan global.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Paramount #adaptasi #Lawan #menang #netflix #akuisisi