RADAR MALIOBORO — Luna Maya kembali dipercaya menghidupkan karakter ikonik Suzanna dalam film horor terbaru berjudul Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Meski telah dua kali memerankan tokoh tersebut, Luna mengakui tantangan yang dihadapi masih terasa berat, terutama karena besarnya ekspektasi publik terhadap sosok legendaris ratu horor Indonesia itu.
Dalam konferensi pers peluncuran trailer resmi yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (26/1/2026), Luna menyebut bahwa kesulitan terbesarnya bukan sekadar soal akting horor, melainkan bagaimana menghadirkan karakter Suzanna versi baru tanpa menghilangkan marwah aslinya. Menurutnya, ia tidak berusaha meniru Suzanna secara utuh, melainkan meneruskan legasi yang telah melekat kuat di benak penonton.
Berbeda dari dua film Suzanna sebelumnya, Santet Dosa di Atas Dosa menampilkan Suzanna sebagai sosok manusia sepenuhnya, bukan figur hantu. Pendekatan ini memberi ruang lebih luas bagi pendalaman emosi dan konflik batin karakter, sekaligus menghadirkan perspektif baru dalam semesta Suzanna.
Luna mengungkapkan bahwa interpretasi karakter kali ini menuntut eksplorasi yang lebih personal dan reflektif. Ia juga menyadari bahwa menyamai akting mendiang Suzanna secara sempurna adalah hal yang mustahil, mengingat perbedaan karakter dan zaman. Karena itu, fokus utamanya adalah menjaga spirit dan karisma Suzanna tetap hidup dalam balutan cerita yang lebih relevan dengan penonton masa kini.
Film produksi Soraya Intercine Films ini turut dibintangi Reza Rahadian dan Clift Sangra. Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, sekaligus menjadi salah satu film horor paling dinantikan tahun ini.
Sebagai babak terbaru dari adaptasi Suzanna, film ini diharapkan tak hanya menghadirkan teror, tetapi juga memperkaya makna di balik sosok ikonik yang telah mewarnai sejarah sinema horor Indonesia.
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin