Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bukan Sekadar Robot, Film ‘Pelangi di Mars’ Hadirkan Karakter ‘Batik’ yang Khas Jogja, Jadi Kado Spesial untuk Keluarga Indonesia

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 22 Maret 2026 | 20:15 WIB

Cast film Pelangi di Mars menyapa penonton di Empire XXI Jogja, Minggu 22 Maret 2026.
Cast film Pelangi di Mars menyapa penonton di Empire XXI Jogja, Minggu 22 Maret 2026.

JOGJA – Industri perfilman tanah air siap menyambut karya animasi ambisius bertema fiksi ilmiah (science fiction) berjudul ‘Pelangi di Mars’. Film ini menjadi sorotan karena proses produksinya yang memakan waktu hingga 5,5 tahun untuk memastikan kualitas visual dan cerita yang maksimal bagi penonton keluarga.

Disutradarai oleh Upi Guava dan diproduseri oleh Dendi, film ini membawa misi besar untuk mengembalikan anak-anak Indonesia ke bioskop dengan tontonan yang edukatif sekaligus menginspirasi. ‘Pelangi di Mars’ tidak hanya menonjolkan kecanggihan teknologi animasi, tetapi juga menyisipkan pesan kuat tentang literasi sains dan pentingnya bermimpi besar.

Karakter Lokal yang Ikonik: Menampilkan robot bernama Batik, yang disuarakan oleh Bimo Kusumo dengan dialek dan jargon khas "Monggo" yang kental akan nuansa Yogyakarta.

Pesan Inspiratif: Mengangkat sosok Pratiwi Sudarmono, astronot perempuan pertama Indonesia, sebagai inspirasi bagi karakter di dalam film agar anak-anak berani mengeksplorasi masa depan.

Teknologi & Kolaborasi: Proyek ini melibatkan kolaborasi luas dari talenta-talenta kreatif Indonesia, menjadikannya salah satu IP (Intellectual Property) asli kebanggaan bangsa.

Literasi Digital: Film ini dirancang sebagai sarana literasi bagi anak-anak agar imajinasi mereka tidak terbatas pada layar ponsel, melainkan berani menaklukkan dunia nyata.

Kado Keluarga: Ditujukan sebagai tontonan spesial yang dapat dinikmati bersama orang tua, guna mempererat komunikasi antara anak dan ayah-ibu mengenai cita-cita.

Sutradara Upi Guava menekankan bahwa film ini lahir dari keresahan akan minimnya ruang ramah anak di bioskop saat ini. Dengan hadirnya genre sci-fi anak, tim produksi berharap dapat memicu minat generasi muda terhadap bidang sains dan teknologi.

"Kami ingin anak-anak punya mimpi yang lebih luas. Melalui karakter robot orisinal seperti Batik, Sulil, dan Petya, kami menunjukkan bahwa Indonesia mampu memimpin di bidang kreatif dan teknologi," ujarnya di Empire XXI Jogja, Minggu 22 Maret 2026. 

Sentuhan Budaya Jawa di Planet Merah

Kehadiran karakter robot Batik memberikan warna tersendiri bagi penonton, khususnya di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pengisi suara Bimo Kusumo berhasil menghidupkan karakter robot yang sopan namun tangguh, mencerminkan identitas budaya yang tetap relevan di masa depan yang serba digital.

Baca Juga: Mudik Bareng Danamon: Fasilitas Pulang Kampung Gratis bagi Nasabah dan Karyawan Korporasi

Selain Bimo, film ini juga didukung oleh talenta berbakat lainnya seperti Messy Gusti (sebagai Pelangi), Vanya (body & voice actor), serta jajaran tim kreatif yang berkomitmen menghadirkan animasi berstandar internasional.

‘Pelangi di Mars’ diproyeksikan menjadi tontonan pilihan utama bagi keluarga Indonesia pada musim liburan lebaran. Dengan kombinasi aksi yang seru, visual yang memukau, dan kedalaman pesan moral, film ini optimis dapat mencetak standar baru bagi animasi lokal. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#libur lebaran #film sci fi Indonesia #Pelangi di Mars #film sci fi