Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pro dan Kontra Toy Story 5: Antara Sekuel yang Tak Terduga dan Trauma bagi Orang Tua

Tita Aurelia Pitaloka • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:45 WIB
Cuplikan Teaser Trailer Toy Story 5 (Sumber: youtube.com/@pixar)
Cuplikan Teaser Trailer Toy Story 5 (Sumber: youtube.com/@pixar)

Pixar akhirnya resmi merilis kelanjutan kisah petualangan mainan ikonik mereka lewat Toy Story 5. Sebagai salah satu waralaba film animasi paling sukses sepanjang sejarah, kehadiran Woody, Buzz Lightyear, dan kawan-kawan tentu langsung memicu perhatian besar dari pencinta sinema dunia.

Namun setelah penayangan perdananya, film ini langsung memicu gelombang ulasan yang sangat beragam dari para kritikus film terkemuka. Ada yang menyebutnya sebagai sebuah mahakarya yang emosional, namun ada juga yang merasa bahwa petualangan ini sudah seharusnya selesai.

Sisi Positif

Animasi Sempurna yang Sangat Menawan

Bagi sebagian kritikus, Toy Story 5 dinilai berhasil menjawab keraguan publik yang awalnya mengira film ini hanya sekadar proyek cari untung. Berdasarkan kompilasi ulasan awal di situs Editorial Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan sambutan yang cukup hangat.

Baca Juga: Pecinta iPhone Bakal Ketar Ketir, Imbas Kelangkaan Chip, Tim Cook Akui Harga iPhone 18 Bakal Melonjak

Banyak kritikus sepakat bahwa Toy Story 5 adalah sebuah sekuel menawan yang awalnya terasa tidak kita butuhkan, namun ternyata tampil dengan sangat apik. Pixar kembali membuktikan kelasnya dalam urusan kualitas visual lewat sajian animasi yang tanpa cela (flawless). Cerita yang disuguhkan dinilai tetap memiliki keajaiban khas Pixar yang mampu menyentuh hati penonton generasi baru maupun penggemar lama yang tumbuh bersama waralaba ini.

Sisi Kontra

Butuh "Baterai Baru" dan Terlalu Emosional bagi Orang Tua

Di sisi seberang, beberapa media raksasa memberikan catatan yang cukup kritis dan mendalam terhadap film kelima ini.

Kritik Formula Cerita

Media The Guardian memberikan ulasan yang cukup menohok dengan menyebut bahwa waralaba Pixar yang satu ini sudah mulai kehabisan daya dan membutuhkan "baterai baru". Beberapa pengamat merasa formula konflik antar mainan yang dihadirkan sudah mulai repetitif dan kehilangan taji dibandingkan dengan tiga film pertamanya yang legendaris.

Trauma bagi Orang Tua

Sorotan unik datang dari BBC yang melabeli Toy Story 5 sebagai film paling traumatis tahun ini, khususnya bagi para orang tua. Mengapa demikian?

Baca Juga: Dengan Revolusi Kurikulum, UWM Dorong Prodi Lain Samai Capaian Prodi Kewirausahaan Raih Predikat Akreditasi Unggul

Hal ini dikarenakan tema dan konflik psikologis yang diangkat kali ini terasa sangat dekat dengan kecemasan orang tua di dunia nyata, mulai dari isu tumbuh dewasa, perpisahan, hingga ketakutan akan dilupakan oleh anak-anak yang mulai beranjak remaja.

Kesimpulannya, Toy Story 5 Layakkah untuk Ditonton?

Terlepas dari perdebatan sengit di kalangan kritikus, Toy Story 5 tetap menjadi tontonan wajib yang sayang untuk dilewatkan. Film ini mungkin tidak sesempurna pendahulunya, tetapi Pixar tetap berhasil menyajikan sebuah hiburan keluarga yang kaya akan pesan moral, tawa, dan tentu saja tetesan air mata. Bagi para orang tua, siapkan tisu yang cukup sebelum masuk ke dalam bioskop. (Tita Aurelia Pitaloka)

Editor : Bahana.
#Toy story 5 #sekuel