RADAR MALIOBORO - Film terbaru karya sutradara sekaligus penulis naskah Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), masuk dalam jajaran film internasional pilihan yang diputar di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026.
Film yang dibintangi Putri Marino tersebut diputar perdana dalam program Centrepiece.
Karya ini bersanding dengan sejumlah film internasional dalam daftar 20 film pilihan TIFF tahun ini, sebagaimana dilaporkan oleh media hiburan Amerika Serikat, Variety, pada Minggu (13/9/2026).
Baca Juga: Prediksi La Liga: Elche vs Real Madrid, Ujian Lini Belakang Tuan Rumah di Martínez Valero
Daftar tersebut turut menampilkan film-film terbaru yang dibintangi aktor ternama dunia, seperti Helen Mirren, Jodie Comer, Laura Linney, Rhys Ifans, Erin Doherty, hingga James McAvoy.
Selain menghadirkan nama-nama besar, deretan film terpilih tersebut juga menawarkan beragam pendekatan cerita yang unik.
Empat Musim Pertiwi diproduksi oleh Forka Films bersama mitra ko-produksi dari Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura.
Baca Juga: Tampil Sempurna di Empat Laga Awal, AS Roma Kuasai Puncak Klasemen Serie A
Kehadiran film ini sekaligus menandai kembalinya Kamila Andini ke ajang TIFF setelah sebelumnya berhasil meraih penghargaan Platform Prize lewat film Yuni pada 2021.
Film ini mengisahkan perjalanan Pertiwi (diperankan oleh Putri Marino) yang kembali ke desanya setelah 20 tahun menjalani hukuman penjara karena membela diri dari percobaan pemerkosaan.
Kepulangannya bertepatan dengan momentum masuknya aliran listrik ke desa tersebut.
Baca Juga: Graha Maria Annai Velangkanni Medan, Menikmati Keindahan Arsitektur Sambil Mengenal Jejak Wisata
Namun, kepulangan Pertiwi tidak berjalan sederhana.
Di tengah lanskap Bromo yang diselimuti kabut, ia harus berhadapan dengan luka lama keluarga serta komunitas warga yang masih menyimpan prasangka dan kewaspadaan terhadap dirinya.
Kamila Andini membawakan cerita tersebut melalui perpaduan drama realistis, mitos, hingga fiksi spekulatif.
Pendekatan itu membuat Empat Musim Pertiwi dinilai sebagai salah satu karya sinema Asia Tenggara yang menonjol dan berani pada 2026.
Penceritaan film ini turut diperkuat oleh penampilan Arya Saloka dan aktris senior Christine Hakim.
Baca Juga: Persatuan Inggris Raya Terancam? Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara Mulai Satu Suara
Di balik pemilihan Bromo sebagai latar cerita, produser Ifa Isfansyah mengungkapkan bahwa dirinya telah membayangkan kawasan tersebut sebagai lokasi film sejak hampir satu dekade sebelum proses produksi dimulai.
Dalam wawancara eksklusif dengan Variety sehari sebelumnya, Kamila Andini juga membahas tantangan yang masih dihadapi industri film Indonesia untuk mendapatkan tempat yang lebih besar di panggung global.
“Indonesia bukanlah pilihan utama siapa pun dalam industri sinema Asia,” ujar Kamila Andini.
Ia menilai posisi Indonesia di Asia Tenggara pun masih berada di bawah Thailand dan Filipina yang dianggap lebih diakui dalam kancah perfilman internasional.
“Kami bahkan bukan yang utama di Asia Tenggara, karena Thailand dan Filipina jauh lebih diakui,” tambahnya.
Baca Juga: Tampil Sempurna di Empat Laga Awal, AS Roma Kuasai Puncak Klasemen Serie A
Kondisi tersebut justru mendorong Kamila untuk berkarya lebih bebas tanpa terlalu terbeban oleh tuntutan pasar.
Berbeda dengan Yuni yang sempat mengalami pengurangan jumlah karakter berdasarkan masukan pasar internasional, kali ini ia memilih untuk tidak membuat versi khusus festival.
“Di Four Seasons in Java, saya tidak menahan diri,” tegas Kamila.
Ia memastikan film terbarunya tetap menghadirkan banyak karakter guna menggambarkan kehidupan serta semangat komunal masyarakat Indonesia secara lebih utuh.
Selain Empat Musim Pertiwi, daftar “20 Judul Internasional yang Harus Diikuti” versi Variety tersebut juga menyoroti sejumlah judul menarik lainnya.
Baca Juga: Peserta COC 1, Sandy Kristian, Kritisi Anggaran Ajang OSN yang Kian Menurun
Salah satunya adalah Stuffed, komedi romantis bernuansa gotik yang dibintangi Jodie Comer.
Dalam film yang tayang pada program Discovery TIFF tersebut, Comer turut menampilkan kemampuan vokalnya dalam mengarungi kisah romansa yang tak terduga.
Masuknya Empat Musim Pertiwi ke dalam jajaran film pilihan TIFF 2026 menjadi bukti nyata bahwa karya Kamila Andini berhasil membawa cerita, ragam budaya, dan perspektif Indonesia ke kancah perfilman internasional.
Editor : Meitika Candra Lantiva