Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kecanduan Scrolling Video Pendek di Medsos, Otak Terancam

Magang Radar Malioboro • Rabu, 14 Januari 2026 | 13:57 WIB
Aplikasi media sosial berbasis video pendek kini jadi bagian dari keseharian dan gaya hidup anak muda (Daily Sabah)
Aplikasi media sosial berbasis video pendek kini jadi bagian dari keseharian dan gaya hidup anak muda (Daily Sabah)

RADAR MALIOBORO - Scrolling TikTok, Reels Instagram, atau YouTube Shorts kini jadi kebiasaan harian banyak anak muda. Awalnya cuma lima menit sebelum tidur, tapi tanpa sadar bisa berjam-jam. Di balik kontennya yang menghibur, kebiasaan menonton video pendek terus-menerus ternyata menyimpan dampak serius bagi otak dan kesehatan mental.

Peneliti dari Tianjin Normal University dan University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa konsumsi video pendek secara terus-menerus berkaitan dengan perubahan cara kerja otak, khususnya pada kemampuan fokus dan kontrol diri. Fenomena ini kerap disebut sebagai TikTok brain atau brain rot.

Berikut beberapa dampak yang perlu diwaspadai:

1. Fokus semakin pendek
Otak terbiasa menerima rangsangan cepat. Akibatnya, kemampuan untuk berkonsentrasi dalam waktu lama untuk membaca, belajar, atau bekerja semakin menurun.
2. Sulit belajar dan mengingat informasi
Otak beresiko mengalami gangguan pada memori dan proses belajar karena otak jarang diberi ruang untuk memproses informasi secara mendalam.
3. Meningkatkan risiko cemas dan stres
Paparan konten tanpa henti membuat otak terus aktif, bahkan saat tubuh butuh istirahat. Hal ini berkontribusi pada kecemasan, stres, dan kelelahan mental.
4. Gangguan pola tidur
Scrolling sebelum tidur menunda rasa kantuk dan menurunkan kualitas tidur, terutama karena cahaya layar dan rangsangan visual yang berlebihan.
5. Terjebak di echo chamber

Baca Juga: Kok Bisa Kata Baru Resmi Masuk KBBI? Ini Penjelasan Singkatnya
Algoritma menyajikan konten yang sejalan dengan minat dan pandangan pengguna. Akibatnya, pengguna jarang terpapar sudut pandang lain dan mudah terjebak dalam pola pikir sempit.
6. Menunda Waktu dan Aktivitas Penting
Scrolling video pendek sering terasa cepat, namun menyita banyak waktu. Hal itu dapat membuat tugas, belajar, atau pekerjaan jadi tertunda, ritme harian berantakan, dan produktivitas menurun karena fokus sudah habis lebih dulu di layar.

Meski begitu, media sosial tidak sepenuhnya buruk. Platform digital tetap punya sisi positif sebagai ruang berekspresi, berbagi cerita, dan menjaga koneksi asal penggunaannya tetap dikontrol untuk tidak berlebihan. Membatasi waktu scrolling, memberi jeda saat scrolling, dan memperbanyak interaksi langsung di dunia nyata bisa menyeimbangkan kesehatan mental dan fungsi otak.

(Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#scrolling #video pendek #mengancam #Scrolling Medsos #otak #scrolling media sosial