RADAR MALIOBORO - Di tengah maraknya budaya update di media sosial, ada beberapa orang tertentu yang justru memilih diam. Mereka sebenarnya punya akun, tapi hampir tidak pernah mengunggah apa pun. Orang seperti ini sering dianggap introvert atau misterius, padahal secara psikologis justru cukup masuk akal.
Orang yang jarang aktif di media sosial cenderung selektif soal privasi. Mereka sadar tidak semua orang perlu tahu detail hidupnya. Psikologi menyebut ini sebagai selective vulnerability, yaitu kemampuan membuka diri hanya kepada orang yang benar-benar dipercaya. Sikap ini membantu menghindari drama, gosip, dan tekanan sosial yang tidak perlu.
Alasan lain yang cukup kuat adalah keinginan untuk hadir penuh di momen nyata. Seseorang bisa benar-benar menikmati pengalaman tanpa harus sibuk memikirkan angle foto, caption, hingga pandangan orang lain terhadap dirinya.
Selain itu, mereka relatif kebal terhadap budaya membandingkan diri. Media sosial sering memicu perasaan tertinggal karena terus melihat pencapaian orang lain. Orang yang jarang posting biasanya tidak mendefinisikan sukses dari validasi publik. Mereka bergerak dengan cara mereka sendiri.
Dapat disimpulkan bahwa menjaga privasi di media sosial bukanlah tanda antisosial atau tidak percaya diri. Justru sebaliknya, hal ini bisa menjadi indikator kecerdasan emosional seseorang, dengan belajar memahami batas diri, tahu kapan perlu berbagi, dan kapan memilih menikmati hidup tanpa penonton.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin