RADAR MALIOBORO - Di era digital saat ini, ketergantungan orang terhadap teknologi, khususnya gadget semakin meningkat. Akibatnya, muncul gejala mudah lupa yang bukan disebabkan karena sakit, tetapi karena terlalu bergantung pada gadget. Fenomena ini disebut “Digital Amnesia”, yaitu cenderung mengandalkan teknologi sebagai pengganti otaknya.
Apa Itu Digital Amnesia?
Digital Amnesia adalah istilah yang diciptakan oleh Kaspersky Lab, sebuah perusahaan keamanan siber setelah melakukan survei. Fenomena ini mengacu pada ketergantungan pada teknologi untuk menyimpan dan mengingat informasi sehari-hari.
Penyebab Digital Amnesia
Digital Amnesia sering terjadi karena kita lebih sering menyimpan informasi pada perangkat digital seperti ponsel atau internet daripada menghafalnya sendiri. Kebiasaan ini, yang disebut sebagai cognitive offloading, membuat otak kurang terlatih untuk menyimpan informasi karena mengetahui semua bisa diakses kembali dengan mudah melalui gadget.
Dampak Digital Amnesia
Dalam jangka panjang, Digital Amnesia dapat menurunkan daya ingat otak karena otak tidak pernah "dilatih" untuk menyimpan informasi. Semakin jarang diasah, fungsi otak untuk memproses memori jangka panjang pun akan semakin melemah.
Cara Mengatasi Digital Amnesia
1. Mulai Coba Untuk Menghafal
Hal-hal sederhana seperti nomor telepon sebaiknya diingat. Langkah ini akan melatih otak tetap aktif.
2. Jangan Terlalu Bergantung Pada Teknologi
Gunakan kemampuan mengingat sendiri untuk hal-hal yang sebenarnya masih bisa dilakukan tanpa bantuan perangkat digital.
3. Gunakan Teknologi Secara Bijak
Simpan informasi yang benar-benar penting di gadget. Selalu biasakan mengolah dan memahami informasi, bukan sekadar menyimpannya.
(Nabila Kurnia Ekahapsari)