RADAR MALIOBORO - Indonesia kembali jadi bahan perbincangan publik setelah sejumlah pemeringkatan internasional menempatkan rata-rata IQ penduduknya di posisi bawah secara global. Data terbaru menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke-126 dunia dengan skor rata-rata 89,96 per 1 Januari 2026. Posisi ini jauh tertinggal dibanding negara-negara Asia Timur seperti Korea Selatan, China, dan Jepang yang konsisten berada di papan atas dengan skor di atas 106.
Sebelumnya, laporan lain dari World Population Review juga mencatat Indonesia berada di kisaran peringkat 98–100, dengan skor rata-rata sekitar 93. Meski ada perbedaan angka, dua laporan ini menunjukkan kualitas capaian kognitif Indonesia masih di bawah rata-rata global.
Dalam daftar 10 besar dunia, negara-negara Asia Timur masih mendominasi. Korea Selatan dan China bergantian di posisi puncak, disusul Jepang, Iran, Australia, hingga Singapura. Negara-negara tersebut terkenal punya investasi kuat di pendidikan jangka panjang.
Sebaliknya, posisi Indonesia menunjukkan tantangan struktural yang belum selesai, mulai dari ketimpangan akses pendidikan, kualitas pembelajaran, hingga lingkungan sosial yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan kognitif jangka panjang.
Banyak warganet menilai temuan ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Sebagian bahkan menyebut kualitas rata-rata IQ masyarakat Indonesia bisa terlihat dari pola komentar di media sosial, yang kerap ditemukan menyimpang, tidak berbasis data, dan minim nalar kritis.
Data ini setidaknya memberi sinyal bahwa perbaikan kualitas sumber daya manusia tidak bisa hanya mengandalkan program jangka pendek atau narasi optimistis saja. Tanpa pembenahan serius di pendidikan dasar, pemerataan mutu sekolah, dan lingkungan belajar yang sehat, posisi Indonesia akan sulit bergerak naik.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin