Krisis pasokan memori (RAM) global mulai memberikan dampak nyata terhadap industri teknologi. Produsen laptop modular Framework terpaksa menaikkan harga perangkatnya secara signifikan akibat lonjakan biaya RAM, sementara Apple dikabarkan tengah menyiapkan strategi baru agar produknya tetap terjangkau bagi konsumen.
Menurut laporan terbaru, raksasa teknologi asal Cupertino itu sedang mengembangkan program berlangganan bernama Apple Upgrade, yang memungkinkan pelanggan menyewa perangkat Apple dengan cicilan bulanan sebelum memutuskan untuk membelinya.
Framework Terpukul Kenaikan Harga RAM
Baca Juga: Segudang Keunggulan On Court T Shirt Original
Framework menjadi salah satu perusahaan pertama yang secara terbuka mengakui dampak krisis RAM terhadap bisnisnya.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengungkapkan bahwa harga modul memori LPCAMM2 mengalami lonjakan jauh di luar perkiraan.
Awalnya Framework memperkirakan kenaikan harga hanya berada pada kisaran belasan persen dari kuartal kedua menuju kuartal ketiga. Namun kenyataannya, harga yang diterima dari pemasok meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan stok sebelumnya.
Akibatnya, perusahaan tidak mampu menyerap seluruh kenaikan biaya tersebut tanpa mengganggu kondisi keuangannya.
Harga RAM Naik Hingga 88 Persen
Sebagai dampaknya, harga modul RAM mengalami kenaikan drastis.
Framework menyebut:
- Modul RAM 32GB naik sekitar 82 persen.
- Modul RAM 64GB melonjak sekitar 88 persen.
Bahkan harga modul RAM 64GB kini mencapai sekitar 1.600 dolar AS, angka yang dianggap sangat tinggi hanya untuk sebuah komponen memori laptop.
Perusahaan juga melakukan penyesuaian terhadap sejumlah pesanan pelanggan, termasuk menurunkan kapasitas RAM pada beberapa pre-order sambil mempertahankan harga awal sebagai bentuk kompensasi.
Apple Siapkan Program "Apple Upgrade"
Di tengah situasi tersebut, Apple disebut tengah menyiapkan solusi berbeda.
Baca Juga: Gubernur DIY Hamengku Buwono X Ingin Mantra Expo 2026 Jadi Ruang Perjumpaan Berbagai Unsur
Menurut laporan yang beredar, perusahaan akan meluncurkan layanan Apple Upgrade, yaitu program pembiayaan berbasis langganan yang memungkinkan pelanggan menggunakan perangkat Apple dengan pembayaran bulanan.
Program ini dikabarkan mencakup berbagai produk, antara lain:
- MacBook
- iMac
- iPhone
- iPad
- Apple Watch
Skema tersebut disebut memiliki masa kontrak 36 bulan untuk komputer Mac dan 24 bulan bagi iPhone serta Apple Watch.
Di akhir masa kontrak, pelanggan memiliki beberapa pilihan:
- Mengembalikan perangkat dan menggantinya dengan model terbaru.
- Melunasi sisa pembayaran untuk memiliki perangkat sepenuhnya.
- Meng-upgrade perangkat lebih awal sesuai ketentuan program.
Didukung Klarna
Rumor menyebut layanan pembiayaan ini akan dijalankan bersama perusahaan fintech Klarna.
Calon pelanggan nantinya hanya akan menjalani soft credit check, sehingga proses pengajuan diperkirakan lebih sederhana dibandingkan kredit konvensional.
Apple Upgrade juga disebut akan menggantikan program cicilan iPhone yang selama ini ditawarkan langsung oleh Apple.
Namun berbeda dengan program sebelumnya, layanan baru ini kabarnya tidak akan menyertakan AppleCare dalam paket langganan.
Tidak Semua Produk Masuk Program
Meski cukup luas, tidak seluruh perangkat Apple akan memenuhi syarat mengikuti Apple Upgrade.
Beberapa produk yang disebut tidak termasuk antara lain:
- MacBook Neo
- Apple Watch SE
- iPad versi dasar
- iPhone 16 reguler
Apple hingga kini juga belum memberikan konfirmasi resmi mengenai program tersebut.
Krisis RAM Diprediksi Masih Berlanjut
Para analis memperkirakan tekanan terhadap industri memori belum akan mereda dalam waktu dekat.
Harga memori DDR5 dilaporkan kembali mengalami kenaikan setelah sempat stabil beberapa bulan terakhir. Bahkan sejumlah pelaku industri semikonduktor memperingatkan bahwa 2027 berpotensi menjadi salah satu periode terburuk dalam sejarah industri RAM, seiring meningkatnya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan perangkat komputasi berperforma tinggi.
Jika prediksi tersebut benar, produsen komputer kemungkinan akan terus menghadapi kenaikan biaya produksi yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.
Apple Cari Cara Jaga Penjualan
Di tengah tekanan harga perangkat yang terus meningkat, program Apple Upgrade dinilai sebagai salah satu strategi untuk menjaga daya beli konsumen.
Alih-alih membeli perangkat dengan harga penuh, pelanggan cukup membayar cicilan bulanan yang lebih ringan sebelum memutuskan untuk memiliki perangkat tersebut.
Meski demikian, rumor ini masih memunculkan perdebatan. Sebagian pengguna khawatir biaya pelunasan di akhir kontrak akan sangat tinggi sehingga justru membuat total pengeluaran menjadi lebih besar dibandingkan membeli perangkat secara langsung.
Hingga saat ini Apple belum memberikan pernyataan resmi mengenai peluncuran Apple Upgrade. Namun apabila benar direalisasikan, program tersebut bisa menjadi salah satu langkah terbesar Apple dalam menghadapi dampak krisis RAM global sekaligus menjaga penjualan perangkat Mac dan produk lainnya.
Editor : Bahana.