Pada September 2021, Sony Interactive entertainment mengakuisisi perusahaan tersebut.
Melansir dari Gamebrott, akuisisi tersebut mengakibatkan perubahan struktural dan kepemimpinan besar – besaran di dalam studio.
Hal ini menjadi alasan lingkungan kerja di studio semakin memburuk.
Baru – baru ini, laporan dari Eurogamer mengungkap bahwa pemimpin XDev, developer pendukung milik Sony yang ditunjuk untuk membantu Firesprite pasca akuisisi pada 2021.
Hal ini diduga terlibat dalam diskriminasi seksual dan ageism.
Menyusul tuduhan tersebut, penyelidikan internal oleh Sony, menetapkan bahwa klaim tersebut berawal dari “kesalahpahaman”.
Para pemimpin senior XDev dituduh memelihara budaya penindasan dan rasa takut menjadikan Firespite sebagai tempat kerja yang tidak ramah dan memicu stress.
Ulasan para karyawan Firesprite di situs review Glassdoor mendeskripsikan pemimpin studio sebagai sosok yang sangat berlebihan dan hanya peduli dengan uang perusahaan.
Eurogamer melaporkan bahwa beberapa karyawan yang sangat paham dengan kondisi itu belum angkat bicara mengenai tuduhan itu.
Beberapa minggu terakhir menjadi masa yang sulit bagi PlayStation, salah satunya karena saham Sony anjlok karena proyeksi penjualan dan margin keuntungan yang mengecewakan.
Reputasi perusahaan juga semakin memburuk setelah PHK massal di seluruh PlayStation menuai kritikan pedas dari para gamer maupun media game.
Editor : Bahana.