Tuntutan ini dilayangkan pada tahun 2021 lalu karena kontrol Stream terhadap harga game dan upaya menjatuhkan saingan.
Melansir dari Gamebrot, Valve telah berusaha untuk membubarkan tuntutan.
Namun, hal ini tetap berjalan di tahun 2022 dan situasi saat ini semakin panas dengan berbagai pertukaran email antara Valve dan Epic Games yang dapat diakses oleh publik.
Salah satu email yang kini hadir di publik adalah email Tim Sweeney marah kepada Gaben dalam sebuah email mengenai harga game.
Tentunya terdapat percakapan menarik dalam dokumen ini.
Percakapan ini melibatkan CEO Valve Gaben Newell, COO Valve Scott Lynch, dan Ceo Epic Games Tim Sweeney.
Percakapan ini terjadi melalui e-mail pada tahun 2017 dan diketahui oleh Simon Carless dari GameDiscoverCo.
Tim Sweeney mengontak Valve secara khusus mengenai komisi 30% yang dipasang oleh Steam dalam penjualan.
Sweeney memberikan argument bahwa Valve bisa membiarkan komisi tinggi pada zaman dulu namun kini harus diturunkan karena biaya operasi yang menurun setiap tahunnya.
Tim Sweeney kesal dengan hal yang dilakukan Valve. Ia lakukan kembali pada tahun 2018 setelah platform mengumumkan bahwa komisi akan diturunkan 20% untuk game – game sukses di platform mereka.
Sweeney menjadi kesal dan memanggil beberapa petinggi Valve dengan nama yang cukup kasar.
Perkataannya ini menyerang perasaan Gaben atau Lynch yang kemudian membagikan email ini kepada Gaben dan project manager Erik johson dengan kalimat “You Mad Bro?”.
Hal ini bukanlah menjadi justifikasi respon Lynch yang juga tidak professional dnegan menggunakan meme.
Semakin dipastikan bahwa hubungan para petinggi baik Valve maupun Epic Games tidak baik dan tidak saling suka satu sama lain.
Editor : Bahana.