RADAR MALIOBORO - Bagi sebagian orang, nama Harvest Moon mungkin sudah cukup familiar. Permainan yang populer di perangkat PlayStation ini dikenal sebagai salah satu video game Japan Role-Playing Game (JRPG) Simulasi yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang.
Harvest Moon mengusung tema bercocok tanam dan beternak di sebuah desa, memberikan pengalaman bermain yang berfokus pada kehidupan pedesaan dan manajemen pertanian.
Permainan ini dimulai dengan pemain menerima lahan pertanian dari kakek, yang memberi waktu tiga tahun untuk mengelolanya.
Dengan jalan cerita yang ringan dan mudah diakses, Harvest Moon memang dirancang untuk dinikmati oleh berbagai kalangan.
Tak mengherankan jika game ini menyisakan kenangan manis bagi banyak pemain dan mampu mengajak mereka ber-nostalgia ke masa lalu.
Namun, ada beberapa aspek dari alur kisah Harvest Moon yang masih menjadi tanda tanya bagi para penggemarnya.
Berikut adalah empat fakta menarik mengenai game ini yang mungkin belum banyak diketahui:
1. Awal Mula Game Harvest Moon
Permainan Harvest Moon merupakan karya dari desainer game Yasuhiro Wada, yang tinggal di ibu kota Jepang dan merindukan kehidupan pedesaan yang hangat.
Bersama Yoshifumi Hashimoto, Wada mengembangkan game ini dengan dukungan dari beberapa perusahaan, termasuk Natsume sebagai penerbit dan Marvelous Entertainment.
Sebelum dikenal sebagai Harvest Moon, game ini memiliki nama asli dalam bahasa Jepang, yaitu Bokujō Monogatari, yang berarti "cerita di tanah pertanian."
Berkat bantuan penerbit, game ini dirilis di Amerika Serikat dengan penyesuaian bahasa, dan nama Harvest Moon pun mulai dikenal secara luas.
Nama "Harvest Moon" dipilih dengan pertimbangan yang mendalam, terinspirasi dari fenomena nyata dalam sektor pertanian.
Harvest Moon merujuk pada bulan purnama yang terjadi saat masa panen, di mana durasi siang dan malam hampir sama.
Fenomena ini memungkinkan petani untuk bekerja dengan fleksibel baik pada siang maupun malam hari, terutama saat memanen hasil pertanian.
2. Perkembangan Harvest Moon
Meskipun peluncurannya pada 1997 sedikit terlambat karena popularitas Super Nintendo yang mulai menurun sejak 1996, Harvest Moon tetap bertahan dengan peningkatan yang signifikan.
Setelah debutnya di Super Nintendo, game ini melanjutkan perjalanan ke konsol Game Boy dengan seri Harvest Moon GB, meskipun versi ini tidak begitu dikenal oleh kalangan luas.
Perjalanan berikutnya membawa Harvest Moon ke PlayStation, di mana game ini mendapatkan popularitas yang besar dan diterima dengan sangat baik oleh para pemain.
Tidak hanya di Amerika dan Jepang, Harvest Moon: Back to Nature dan Friends of Mineral Town juga mendapatkan sambutan hangat di Indonesia dan menjadi pilihan populer untuk mengisi waktu luang.
Kesuksesan tersebut membawa Harvest Moon meraih berbagai penghargaan, termasuk “Top 100 SNES Games” pada peringkat ke-46 dan “The Best Super Nintendo Games of All Time” pada peringkat ke-72.
3. Hubungan Antara Marvelous dan Natsume
Harvest Moon memulai perjalanan karirnya bersama perusahaan Pick-In-Video, namun harus berakhir ketika perusahaan tersebut gulung tikar.
Game ini kemudian bergabung dengan Victor Interactive, tetapi tidak memperoleh prospek yang cerah. Kemunculan awal Harvest Moon pada tahun 1997 tidak begitu sukses karena popularitas Super Nintendo yang mulai meredup.
Enam tahun kemudian, pada 2003, Marvelous berkolaborasi dengan Victor Interactive dan melanjutkan pengembangan Harvest Moon bersama Natsume.
Baca Juga: Bingung Mau Nonton Anime Apa? Ini Dia 7 Masterpiece Studio Ghibli yang Wajib Kamu Tonton
Kerja keras kedua perusahaan ini membuahkan hasil, dengan berbagai seri Harvest Moon yang sukses dan dikenal secara global.
Namun, pada 2014, kejayaan Harvest Moon mulai meredup karena perbedaan visi antara Natsume dan Marvelous.
Akibat perpecahan ini, masing-masing pihak harus mengambil jalannya sendiri, dengan Natsume mempertahankan hak penggunaan nama Harvest Moon dan Marvelous melanjutkan pengembangan dengan hak desain game miliknya.
4. Kehadiran Dua Harvest Moon yang Berbeda
Meskipun Harvest Moon meraih kesuksesan besar, perpisahan antara Marvelous dan Natsume memunculkan pertanyaan di kalangan penggemar.
Ketika Marvelous melanjutkan pengembangan gamenya dengan nama Story of Seasons dan Natsume meluncurkan game Harvest Moon mereka sendiri, muncul berbagai pendapat di kalangan pemain.
Banyak yang merasa bahwa Story of Seasons adalah versi orisinal dari game Jepang yang dikenal luas, karena Natsume hanya memegang hak penggunaan nama Harvest Moon dan harus melakukan rekonstruksi ulang isi permainan untuk menciptakan perbedaan dari versi asli yang dikembangkan oleh Marvelous.
Itulah beberapa fakta menarik tentang Harvest Moon, video game yang pernah menemani waktu luang masa kecilmu.
Dengan kehadiran berbagai versi terbarunya pada 2024, pastikan untuk mencoba Harvest Moon dan Story of Seasons yang akan dirilis tahun ini.
Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan nostalgia dan menyelami kembali dunia pertanian yang menyenangkan ini!