RADAR MALIOBORO - Roblox, yang dikenal sebagai game sandbox dengan berbagai potensi permainan yang diciptakan oleh pemain dan komunitasnya, baru-baru ini menghadapi masalah hukum yang signifikan.
Pemerintah Turki telah memutuskan untuk melarang Roblox karena dianggap terlibat dalam eksploitasi anak.
Menurut laporan dari Turkiye Today, pelarangan ini disebabkan oleh kekhawatiran bahwa Roblox gagal melindungi pemain muda dari konten dewasa.
Keputusan ini mencerminkan kontroversi dan kritik yang muncul terkait perlindungan anak dalam platform game online.
Selain tuduhan eksploitasi anak yang sudah disebutkan, Roblox juga menghadapi tuduhan lain terkait perilaku bisnisnya.
Game ini dikritik karena diduga mengambil keuntungan dari konten mini-game yang dibuat oleh anak-anak tanpa memberikan kompensasi yang adil.
Lebih jauh lagi, Roblox telah dituntut atas penghapusan konten berbayar secara sepihak tanpa memberikan ganti rugi kepada pemain yang terdampak.
Menanggapi tuntutan yang diajukan, Roblox telah mengalokasikan dana sebesar 10 juta dolar untuk memberikan kompensasi kepada pemain yang terdampak dalam bentuk kredit mata uang dalam game, yaitu Robux.
Namun, menyusul hasil penyelidikan lebih lanjut, pemerintah Turki telah mengambil langkah tegas dengan menutup akses ke game tersebut untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Penutupan ini disebabkan oleh laporan yang mengindikasikan adanya konten berbau seksual, pedofilia, dan LGBT yang dianggap mengeksploitasi anak-anak.
Selain isu konten seksual, Roblox juga dituduh menyelenggarakan pesta virtual yang mempromosikan materi tersebut.
Ada laporan bahwa Robux, mata uang virtual dalam game, didistribusikan oleh akun bot dengan tujuan mendorong keterlibatan anak-anak dalam kegiatan yang meresahkan ini.
Menanggapi situasi ini, pihak Roblox menyatakan bahwa mereka tengah berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Mereka juga mengonfirmasi bahwa Roblox saat ini tidak tersedia di Turki dan telah menghubungi pihak berwenang untuk memahami alasan di balik pemblokiran ini.
Roblox berkomitmen untuk segera mengatasi masalah ini dan berusaha agar game mereka dapat kembali online secepat mungkin.
Pasca pemblokiran nasional, banyak pemain dan kreator Roblox mengungkapkan kekecewaan dan keresahan mereka.
Mereka khawatir bahwa pemblokiran ini dapat berdampak negatif pada kondisi ekonomi mereka, terutama karena aset dalam game mereka tidak dapat diakses dan keuntungan dari pembayaran kreator serta Robux tidak dapat dicairkan.
Editor : Winda Atika Ira Puspita