Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sejarah Mainan Anak Legendaris LEGO Yang Mendunia

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 29 Oktober 2024 | 19:05 WIB
Sejumlah balok bongkar pasang yang khas dikaitkan dengan LEGO.
Sejumlah balok bongkar pasang yang khas dikaitkan dengan LEGO.

RADAR MALIOBORO - Jika anda suka permainan rumah–rumahan semasa kecil, tentunya tidak asing dengan sebuah mainan anak–anak yang memiliki konsep bongkar pasang atau susun balok.

Konsep ini juga yang menjadi ciri khas mainan ini, dimana memasangkan bagian demi bagian agar menyerupai bentuk tertentu merupakan tujuan mainan ini.

Dan yang dikenal merintis inovasi mainan anak – anak ini adalah LEGO.

LEGO merupakan mainan anak–anak dengan konsep membangun atau merakit komponen tertentu menjadi suatu benda yang mirip, seperti kendaraan, hewan, robot, atau bahkan furnitur rumah.

Variasi bentuknya sudah sangat beragam lantaran ide untuk membuat sebuah bentuk yang solid berasal dari referensi dan kreativitas banyak orang.

Lantas darimana LEGO ini muncul dan berkembang hingga dapat memiliki penggemar tersendiri di seluruh dunia?

Nama LEGO diambil dari dua kata Bahasa Denmark, “Leg Godt” yang artinya bermain dengan baik.

Dan berdasarkan cerita dari laman resmi LEGO, ia memiliki sejarah panjang yang awalnya terinspirasi dari mainan balok kayu zaman dulu.

Seorang tukang kayu, dikenal dengan nama Ole Kirk Christiansen dari Billund, Denmark pada tahun 1932 terpaksa menutup tempat kerjanya lantaran tidak cukup mendapatkan penghasilan darinya.

Masih pantang menyerah, dia berpikir apa yang bisa dimanfaatkan dari kemampuannya sebagai pemahat ketika melihat keempat putranya.

Dari situlah muncul ide untuk membuat mainan balok dari kayu setelah anak–anaknya melihat hasil buatannya yang bagus.

Salah satu anaknya, bernama Godtfred membantu memasarkan produk ayahnya.

Hingga suatu ketika seorang pebisnis dari Fredericia datang setelah mendengar mainan berkualitas yang dibuat dari kayu dan sudah terkenal, datang dari sebuah tempat pengrajin kayu sederhana di Billund.

Namun, usahanya tersebut tidak semulus yang dia kira.

Setelah gagal dengan pebisnis yang mengalami kebangkrutan di perusahaannya, dia kembali memutar otak supaya orang–orang lebih mengenal mainannya dan mudah terjual.

Pada tahun 1934, nama itu terpikirkan oleh Ole. Berasal dari dua kata yang digabung, LEGO menjadi nama mainannya secara resmi.

Pada tahun 1946, Ole pergi ke Copenhagen untuk melihat sebuah pameran yang mempertunjukkan mesin yang disebut plastic molding machine, sebuah alat untuk menciptakan suatu replika bentuk yang solid dari plastik.

Dia mencoba membelinya untuk perusahaan.

Tidak hanya itu, dia juga membeli sampel batu bata plastik dari pameran itu, berpikir untuk mendesain ulang replika batu bata itu sebagai idenya.

Muncullah konsep untuk membuat sebuah balok yang bisa dipasangkan sesuka hati hingga membentuk suatu benda utuh.

Melompat ke tahun – tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1954, Godtfred tengah menjalankan perjalanan bisnis hingga ia diberitahu rekan seperjalanannya bahwa mainan anak zaman itu tidak memiliki sebuah “sistem” di dalamnya.

Godtfed mempertimbangkan hal tersebut dengan ayahnya, lantas mencoba menerapkan sebuah sistem pada mainannya.

Dengan motivasi mengasah kemampuan imajinasi dan kreativitas anak–anak, sebuah lego dengan sistem pembangunan layaknya kota hidup, dari berbagai komponen yang saling digabung akhirnya tercipta.

Hal itu menjadi terobosan baru yagng dianggap luar biasa dan kemudian mencoba memasarkan hingga keluar Denmark.

Baca Juga: Cara Mengatasi Overthinking: Solusi Efektif untuk Mengatasi Kebiasaan Berpikir Berlebihan

Satu masalah yang masih mengganjal dalam mainan terobosan barunya.

Tiap–tiap balok tersebut masih belum kuat untuk disatukan sehingga mudah hancur atau berantakan.

Lalu, muncullah ide untuk menambahkan mekanisme tabung di masing–masing balok sehingga cukup kuat disatukan dengan bagian menonjol yang ada di sisi atas tiap balok.

Melalui pemecahan masalah ini, anak–anak semakin gembira mainan yang telah mereka susun mudah untuk dipegang dan dibawa tanpa takut hancur atau berantakan lagi.

Kesuksesan mainan tersebut merambah hingga skala yang lebih besar.

Meskipun sempat ditinggal pergi sang ayah untuk selamanya, Godtfred berusaha kembali dari keterpurukan dan mencoba fokus dalam inovasi LEGO terbarunya alih–alih mempertahankan sistem mainan balok kayu lama.

Ia bahkan mencoba proyek ambisius untuk membuat satu kawasan terbuat dari mainan lego yang ia beri nama LEGO land.

Proyeknya ini berhasil menarik perhatian sekitar 600 ribu pengunjung pada tahun 1968, menjadikan proyek ini sebagai keberhasilan terbesar perdananya kala itu serta menjadi tradisi yang digelar dari tahun ke tahun.

Sampai saat ini, LEGO dikenal luas terutama oleh anak–anak di seluruh dunia berkat kerja keras Ole yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Sebagai suatu bisnis mainan anak–anak, LEGO benar – benar menjadi satu nama yang melekat apabila kita menemukan mainan dengan konsep susun atau bongkar pasang balok, meskipun itu hasil dari nama perusahaan lain.

Hal itu menunjukkan betapa kuatnya brand yang dibawa oleh LEGO itu sendiri. (Muhammad Malik Nadzif)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#legendaris #lego #mendunia #sejarah #mainan anak