Sebuah konsol video game baru yang menandai langkah besar Valve untuk bersaing langsung di pasar konsol global melawan produsen konsol yang telah lama menguasai pasar konsol.
Setelah sukses dengan layanan Steam di ranah PC, kini Valve berambisi menghadirkan pengalaman bermain game PC ke ruang keluarga dengan format yang lebih praktis dan nyaman seperti konsol.
Sebelumya, Valve juga telah mengeluarkan Steam Deck, yaitu platfrom gaming portable yang bisa anda bawa kemana-mana.
Hal ini menandai bahwa Valve tidak hanya ingin menguasai platfrom distribusi video game saja, akan tetapi juga ingin menguasai hardware video game.
Valve menyebut bahwa tujuan utama kehadiran Steam Machine adalah untuk memberikan pengalaman bermain game PC yang bertenaga, tetapi tetap simpel dan praktis, dibalut dalam desain perangkat yang ringkas dan menarik.
Perangkat Steam Machine dijalankan menggunakan SteamOS 3 yang berbasis Arch Linux, serta dilengkapi fitur halaman verifikasi layaknya yang digunakan di Steam Deck, guna menampilkan seberapa baik sebuah game telah di optimalkan untuk dijalankan di sistem tersebut.
Valve menjelaskan bahwa Steam Machine dirancang untuk memberikan kemudahan bermain seperti konsol dengan sistem plug-and-play, namum tetap mempertahankan performa dan fleksibilitas khas PC.
Dengan demikian, pengguna memiliki kebebasan penuh untuk menginstal aplikasi tambahan atau bahkan mengganti sistem operasi sesuai preferensi dan kebutuhan anda.
Dari segi spesifikasi, Steam Machine hadir dengan desain ringkas berbentu kubus berukuran sekitar 6 inci, performa dari Steam Machine diklaim dapat menjalankan game hingga ke resolusi 4K 60FPS.
Perangkat ini ditenagai oleh prosesor AMD Zen 4, 6 Core/12 Thread semi-kustom yang mampu mencapai hingga 4,8 GHz, dilengkapi dengan GPU AMD RDNA3 28CU dengan TDP 110W.
Untuk mendukung kinerjanya, Steam Machine dibekali kombinasi RAM DDR5 16GB dan GDDR6 8GB, dengan penyimpanan SSD NVMe berkapasitas 512GB atau 2TB, serta slot microSD berkecepatan tinggi.
Dari sisi konektivitas, perangkat ini mengusung teknologi modern seperti WI0FI 6E, Bluetooth 5.3, Ethernet Gigabit, dan berbagai port mulai dari DisplayPort 1.4, USB-C, hingga empat port USB-A.
Untuk masalah estetika, Valve menambahkan Led strip yang dapat dikustomisasi untuk memberi informasi status sistem dan menambah estetika.
Meski dirancang sebagai dukungan untuk Steam Controller, Valve menegaskan bahwa perangkat ini ideal untuk streaming game ke VR atau Steam Deck.
Dengan ukuran yang hanya 152 x 162 x 156 mm, dengan berat hanya 2,6 kg menjadikan perangkat ini ringkas namun tetap tangguh.
SteamOS 3 yang digunakan pada perangkat ini mengusung antarmuka KDE Plasma, menawarkan tampilan yang intuitif dan mudah digunakan bagi gamer kasual, sekaligus tetap memberikan ruang luas bagi pengguna yang ingin melakukan kostumisasi yang lebih mendalam.
Hingga kini, Valve belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi maupun harga jugal dari Steam Machine.
Meski begitu, dilansir dari Steam News, Valve mengumumkan bahwa platfrom ini diluncurkan di awal tahun 2026 bersamaan dengan Steam Controller dan Steam Frame.
Dengan kombinasi antara performa yang tinggi, ukuran ringkas, dan fleksibilitas sistem yang terbuka, Steam Machine berpotensi menjadi inovasi besar yang mampu menjembatani dunia konsol dan PC gaming secara lebih praktis dan efisien.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K