Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pemprov Jateng: Penataan Pedagang dan Parkir supaya Borobudur Lebih Rapi

Naila Nihayah • Selasa, 28 November 2023 | 03:47 WIB
SIMBOLIS: Perwakilan Kementerian PUPR, Pemprov Jateng, Pemkab Magelang, PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, serta Pemdes Borobudur saat menggelar doa bersama
SIMBOLIS: Perwakilan Kementerian PUPR, Pemprov Jateng, Pemkab Magelang, PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, serta Pemdes Borobudur saat menggelar doa bersama

MAGELANG - Perwakilan Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Provinsi Jawa Tengah Gunawan mengatakan, beberapa tahun ini, pembangunan di kawasan Candi Borobudur cukup masif. "Ada pembangunan gerbang, jalan, dan penataan pembangunan lainnya. Harapannya, pembangunan TPST Regional dapat mendukung operasional Borobudur," sebutnya Senin (27/11).

Dengan dibangunnya kampung seni Borobudur, kata dia, penataan pedagang dan parkir semakin lebih rapi dan indah. Di satu sisi, penataan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Mereka juga bisa terlibat selama proses pembangunan.

Direktur Operasional dan Pengembangan Infrastruktur PT TWC Mardijono Nugroho mengatakan, kampung seni Borobudur ini diutamakan untuk penataan pedagang di zona 2. "Supaya pedagang bisa menggunakan ini (kampung seni Borobudur) dengan pelayanan yang lebih bagus," urainya.

PT TWC juga bakal berdialog dengan sekitar 2.000 pedagang yang kini berjualan di zona 2, kompleks Candi Borobudur. Termasuk melakukan kurasi dan memberikan edukasi kepada para pedagang. Dengan begitu, dapat meningkatkan perekonomian mereka.

Dia menyebut, kampung seni Borobudur memanfaatkan lahan seluas 10,7 hektare. Yang mana 3,4 hektare milik Pemdes Borobudur dan 0,6 hektare milik Pemkab Magelang. Sisanya, kata dia, akan dibebaskan melalui pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Harapannya, proses pengadaan tanah paling lambat selesai pada awal Januari 2024.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi membeberkan, pembangunan kampung seni ini harus mempedomani dan menaati Heritage Impact Assessment (HIA) yang dikeluarkan oleh UNESCO. Dengan begitu, keberadaan kampung seni Borobudur akan tetap mendukung OUV Candi Borobudur.

Lebih-lebih, lanjut Nanda, pembangunan kampung seni Borobudur menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Termasuk memberdayakan masyarakat setempat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#borobudur #candi borbudur #TWC #jawa tengah #pedagang