JOGJA - Persiapan lain Ditlantas Polda DIY sudah melakukan survei di beberapa tempat dan jalan yang geometriknya kurang baik. Khususnya jalur untuk tempat wisata utamanya yang sering kali dikunjungi saat pergantian tahun. Dan akan melakukan diskusi dengan forum lalu lintas sehingga ke depannya dihasilkan evaluasi analisa tahun lalu agar lebih baik.
"Saya pastikan kepada pengguna jalan yang masuk ke DIY dan wisatawan agar bisa berjalan lancar. Dan tentunya kalau ada kepadatan kita akan berikan alternatif," terangnya Selasa (28/11).
Selain itu juga survei jalur utama, alternatif dan beberapa jalan yang dalam perbaikan. Sementara untuk jalur menuju Gunungkidul tepatnya di Patuk sudah selesai tidak ada lagi buka tutup.
"Untuk rambu kita sudah pasang di ringroad selatan dari instansi terkait ini juga membantu kecelakaan yang fatal," tambahnya.
Adapun, khusus jalan di pusat Kota Jogja yang menjadi perhatiannya adalah kawasan Gumaton yakni Tugu, Malioboro, dan Keraton. Di kawasan itu akan dipastikan kelancarannya.
Pada prinsipnya, Ditlantas akan bekerjasama dengan berbagai instansi dalam melakukan pola terbaik. Dan antisipasi dengan hotel ke depannya untuk update okupansi hotel demi memastikan kelancaran wisatawan.
Sebelumnya Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, wisatawan domestik dipastikan akan meningkat pada momentum Nataru nanti. Maka, dibutuhkan upaya untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas. Yaitu akan mengatur ritme pemecahan kerumunan dan kepadatan lalu lintas.
"Kalau macet ya harus sabar, karena jalannya kan statis dengan bus yang masuk kan sangat memakan badan jalan. Kalau ini bisa diantisipasi tidak semua masuk ke kota pasti bisa kita pikirkan," ujarnya.
Beny menyebut rekayasa-rekayasa lain juga bakal dilakukan seperti manajemen tempat khusus parkir (TKP). Bisa dimungkinkan akan diatur agar tidak ada penumpukan di TKP maupun antrean yang masuk. Sehingga tidak turut berpotensi menambah kemacetan.
"Misalnya sebelum masuk kota pengunjung sudah bisa melihat berapa yang tersedia. Sehingga misalnya kalau tinggal sedikit kapasitas parkirnya bisa distop masuk kota, arah ke tempat lain," jelasnya. (wia)
Editor : Heru Pratomo