JOGJA - Capaian APBN DIY menunjukkan pertumbuhan signifikan. Realisasi sampai dengan 31 Oktober 2023 sebesar Rp 17,9 triliun.
"Angka tersebut tumbuh 5,11 persen dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama," jelas Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY Agung Yulianta, Rabu (29/11).
Dari sisi penerimaan negara, ungkapnya, realisasi pendapatan dan hibah sebagai bagian dari penerimaan dalam negeri yang terdiri penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sampai 31 Oktober 2023 sebesar Rp 7,18 triliun. Atau, terealisasi sebesar 86,14 persen dari target Rp 8,33 triliun.
Baca Juga: Diimingi Rp 2 Juta, Ternyata Dijadikan PSK, Ditawarkan melalui Michat
"Pendapatan dan hibah tersebut tumbuh 8,13 persen secara year on year (yoy)," sambungnya.
Sementara itu, untuk penerimaan perpajakan yang meliputi pajak, cukai, dan bea masuk turut memberikan andil yang cukup besar dalam peningkatan kinerja pendapatan dan hibah. Tercatat sebesar Rp 5,10 triliun.
Penerimaan Rp 5,10 triliun tersebut tumbuh signifikan yaitu sebesar 10,69 persen apabila dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak tahun 2022 pada periode yang sama.
Baca Juga: Finis Kedua Tapi Dianulir, Orang Tua Minta Keadilan
Agung merinci, dukungan fiskal terhadap penghapusan kemiskinan ekstrem melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di wilayah DIY secara akumulasi total pagu BLT sebesar Rp 130,96 miliar. Terealisasi Rp 68,16 miliar atau 52,05 persen.
"Jumlah tersebut disalurkan kepada total jumlah KPM (keluarga penerima manfaat) sebanyak 18.933 KK (kepala keluarga)," paparnya.
Diakuinya, peranan fiskal memiliki kontribusi penting terhadap penurunan stunting. Antara lain, melalui belanja kementerian atau lembaga pada Kemenkes, Kemenag, BPOM, BKKBN, Badan Pangan Nasional, dan melalui transfer ke daerah.
Baca Juga: Sekda, Inspektur dan Kepala Disperinaker Diusulkan DPRD Jadi Penjabat Bupati Magelang
Transfer ke daerah itu difokuskan untuk penurunan stunting di bidang pembangunan daerah dan bidang pemberdayaan masyarakat.
Alokasi APBN dalam rangka mendorong penurunan angka stunting di wilayah DIY dengan batas pagu Rp 62,51 miliar. Itu telah terealisasi sampai akhir Oktober 2023 sebesar Rp 37,81 miliar atau 60,48 persen dari pagu.
"Itu mencakup peningkatan mutu, keselamatan pasien hingga pengelolaan, dan pembinaan keluarga," tuturnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad