SLEMAN,RADAR MALIOBORO - Memasuki musim hujan berpotensi peningkatan pesat jumlah nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Karena tidak ada arahan atau landasan dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
“Jika ada seusai indikasi, fogging baru dilakukan sesuai protap (prosedur tetap) dan SOP yang berlaku,” ujar Yuli sapaan akrabnya kepada Radar Jogja, Jumat (1/12).
Terkait dengan upaya pencegahan DBD memasuki musim penghujan seperti sekarang.
Yuli menyatakan, bahwa pihaknya bakal lebih mengoptimalkan peran kader jumantik melalui program Satu Rumah Satu Jumantik.
Yang dimana, para kader itu nantinya akan melakukan berbagai kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Sementara untuk jumlah kasus DBD di Sleman, Dinas Kesehatan mencatat dari bulan Januari hingga Oktober jumlahnya sudah mencapai 128 kasus.
Dari ratusan kasus itu satu orang diketahui meninggal dunia karena memiliki komorbid berupa penyakit Diabetes Melitus (DM).
“Untuk data (kasus DBD) di bulan November belum te-rekap,” terang Yuli.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama meminta, agar masyarakat waspada penyebaran berbagai penyakit pada peralihan musim dari kemarau ke penghujan.
Karena kondisi udara yang hangat dapat membuat bakteri dan virus mudah berkembang biak.
Cahya menyebut, pada masa pancaroba seperti sekarang potensi penyakit pernapasan seperti batuk, pilek dan flu akan mudah menjangkiti masyarakat.
Bahkan menurutnya juga sudah ada peningkatan pasien di puskesmas hingga 20 persen dibandingkan sebelum pancaroba.
Selain penyakit pernapasan, dia juga menghimbau agar masyarakat mulai mewaspadai penyakit seperti DBD dan leptospirosis.
Karena pada musim penghujan, ada kemungkinan kedua penyakit tersebut bakal lebih mudah tersebar.
"Yang paling pertama muncul itu adalah penyakit batuk pilek, kemudian nanti baru penyakit-penyakit yang bersumber vektor yang lain seperti nyamuk dan leptospirosis," ungkap Cahya. (inu/bah)
Editor : Bahana.