Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sepanjang 2023 Ada 217 Kasus Kekerasan, DP3AP2KB Kota Jogja: Korbannya Mayoritas Perempuan

Khairul Ma'arif • Jumat, 1 Desember 2023 | 19:36 WIB

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Dok JawaPos)
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Dok JawaPos)

 

JOGJA - Perempuan masih banyak menjadi korban  kekerasan. Hal itu terungkap dalam data yang terakumulasi melalui Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA).

Sepanjang 2023, di Kota Jogja terjadi 217 kasus kekerasan yang mayoritas korbannya adalah perempuan.

Kekerasan yang terjadi beraneka ragam. Itu mulai dari fisik, verbal, perundungan, hingga seksual.

Baca Juga: Dinkes Sleman Belum Agendakan Fogging di Awal Musim Penghujan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja Sarmin merinci, dari data SIGA tersebut terdiri dari 31 korban laki-laki dan 186 perempuan.

Masih dari sumber yang sama, khusus sepanjang Oktober 2023 saja, ada 23 kasus kekerasan yang korbannya semua perempuan. Di mana, lima korban di antaranya berstatus anak di bawah umur.


"Kasus terbanyak terjadi di Kalanewon Jetis dan Umbulharjo, masing-masing sebanyak empat kasus," katanya, Jumat (1/12).

Baca Juga: Kesedihan yang Mendalam, Artis Kiki Fatmala Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Kanker

Sementara itu, dari angka 217 kasus sepanjang 2023 ada 64 anak yang menjadi korban kekerasan. Jika dirinci, ada 24 anak laki-laki dan 40 anak perempuan yang menjadi korban.

Sarmin mengungkapkan, data yang masuk ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sampai akhir Oktober 2023 ada 168 kasus dan didampingi instansi yang dipimpinnya.

Menurutnya, memang ada perbedaan data dan jumlah dibanding dari SIGA. Dia menilai, perbedaan itu sangat dimungkinkan karena SIGA melibatkan banyak operator dari instansi organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga: Pemprov DIY Beri Penghargaan 27 Atlet yang Mengukir Prestasi SEA GAMES ke-31, ASEAN Paralympic Games ke-9 dan PON ke-25 

"Sedangkan yang di tempat kami, di UPT PPA, yang riil didampingi, dijangkau, dan dibantu dalam proses penyelesaian kasusnya," tambahnya.

Sarmin berdalih, angka 217 kasus dari data SIGA sangat mungkin ada sebagian di antaranya diselesaikan secara kekeluargaan.
Selain itu, dimungkinkan juga sebagian lainnya langsung masuk ke ranah penegakan hukum. Atau, ada juga yang takut dan tidak dilaporkan.

Dari data yang masuk di DP3AP2KB Kota Jogja, dari168 kasus terdapat korban laki-laki 25 kasus. Sedangkan korban perempuan sebanyak 143 kasus.

Baca Juga: Waspada Pohon Tumbang saat Penghujan, Pekan Lalu Trembesi Roboh Karena Akarnya Lapuk


Jika dirunut berdasarkan usia, sepanjang 2023 terungkap 76 di antaranya adalah korban anak. Sementara sisanya sudah dewasa.

"Dari kekerasan terhadap perempuan, bentuknya macam-macam. Bisa berupa kekerasan fisik, verbal, bully, dan kekerasan seksual," ujarnya. (rul)

Editor : Amin Surachmad
#perempuan #kota jogja #DP3AP2KB #korban kekerasan