BANTUL – Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul optimistis pendapatan anggaran daerah (PAD) di sektor pariwisata dapat mencapai target pada tahun 2023 ini.
Dinpar Bantul menargetkan dapat meraih pemasukan lebih dari Rp 3 miliar pada bulan Desember 2023 ini.
Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, saat ini PAD di sektor pariwisata masih berada di angka Rp 22,6 miliar.
Jumlah tersebut masih harus ditambah sekitar Rp 4 miliar untuk dapat mencapai target PAD tahun ini. Target PAD pariwisata Bantul pada tahun ini sebesar Rp 26.513.473.000.
“Kami mencoba mudah-mudahan di penghujung 2023 ini sudah bisa kembali ke masa-masa waktu normal dulu sebelum pandemi. Dulu waktu normal bisa sampai Rp 5 miliar selama Desember,” katanya, Minggu (3/12).
Ia optimistis jumlah pemasukan pada bulan Desember ini setidaknya bisa mendekati target PAD 2023.
Meskipun pada tahun-tahun setelah pandemi, pendapatan di bulan Desember hanya berkisar di angka Rp 3 miliar.
Namun, andaikata tercapai, selisihnya pun tak banyak melewati target. Juga ketika tidak tercapai pun seleisihnya tidak banyak di bawah target. Sl
Sebab, menurut perhitungannya, pemasukan di bulan Desember ada di atas Rp 3 miliar.
"Optimistis bisa di angka Rp 3,5 miliar, tapi untuk sampai Rp 4 miliar masih spekulasi,” ujarnya.
Pada tahun 2022 lalu, PAD sektor pariwisata Bantul hanya mencapai Rp 26,5 miliar. Di bawah target yakni Rp 31 miliar.
Atas hal itu, Dinpar Bantul menurunkan target PAD pada tahun ini. Lantaran, tren kunjungan wisatawan relatif sama.
Menurut Kwintarto, tahun ini lebih kondusif daripada tahu lalu. Sekalipun kunjungan wisata tidak signifikan.
“Mudah-mudahan itu menjadi suatu tren agar ke depan lebih kondusif lagi. Jika sudah kondusif, harapannya wisatawan meningkat,” imbuhnya.
Sementara untuk tahun 2024 mendatang, pihaknya memasang target PAD sebesar Rp 29 miliar. Kwintarto menilai jumlah tersebut masih realistis.
Hanya saja yang menjadi persoalan adalah adanya Pemilu dan Pilkada di tahun 2024. Kedua kontestasi politik itu bisa menjadi pisau bermata dua bagi pariwisata Bantul.
Menurutnya, sisi positifnya adalah adanya kemungkinan para caleg yang terpilih untuk menjanjikan piknik atau rekreasi bagi para relawannya.
Sedangkan efek negatifnya adalah masyarakat yang tidak berpikir untuk berwisata karena sibuknya Pemilu.
Kemudian, karena situasi dan kondisi mengingat stabilitas, akan ada masa tenang pemilu. Lalu juga ramainya masa kampanye yang bisa jadi menurunkan tingkat kunjungan wisata.
”Jadi, kami berharap tahun depan (PAD) bagus. Peluang itu ada, sekalipun ada pemilu,” ucapnya.
Di sisi lain, ia menyebut bahwa kawasan Pantai Selatan (Pansela) masih menjadi destinasi favorit pada 2023 ini.
Ia menilai, top of mind wisatawan ketika berkunjung ke Jogjakarta adalah ke Pantai Parangtritis. Selain, Malioboro dan Kraton Jogja.
Meskipun saat ini banyak pantai baru bermuculan yang juga tidak kalah menarik.
“Tetapi, di benak wisatawan Parangtritis masih mendominasi sebagai pantai yang wajib dikunjungi kalau ke Jogja,” kata mantan Panewu Sewon ini.
Hingga 26 November 2023, kawasan Pantai Prangtritis dan Depok menyumbang pendapatan terbesar bagi pariwisata di Kabupaten Bantul. Total pendapatan sudah mencapai Rp 18.450.744.000 dari 1.892.384 pengunjung.
“Wisatawan merasa belum lengkap kalau ke Jogja belum datang ke Prangtritis. Sehingga untuk wisatawan di Parangtritis paling banyak,” tandasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad